HETANEWS
CITIZEN JOURNALISM

Kasi Pidsus Prioritaskan Penuntasan Kasus Bansos Simalungun

Kasi Pidsus Rendra Pardede. (foto : Bismar Siahaan)

Simalungun, hetanews.com - Kepala Seksi Bagian Pidana Khusus  (Kasi Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Simalugun saat ini dijabat Rendra Pardede menggantikan Prada Situmorang yang pindah tugas ke Kejari Balige, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa).

Rendra Pardede yang baru memulai bekerja pada Senin (22/8/2016), tanpak sibuk memeriksa berkas-berkas yang dulunya ditangani Kasi Pidsus sebelumnya.

Rendra saat dijumpai di ruangannya, mengenai kasus bantuan sosial (bansos) tahun 2012-2014 di Kabupaten Simalungun, mengaku jika hal ini yang pertama sekali akan dituntaskan.

Hal ini disampaikan saat ditanya mengenai pemeriksaan Badan Anggaran Bantuan Sosial Pemkab Simalungun, yang sampai saat ini masih tahap penyidikan dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Propinsi Sumatera Utara.

“Saya tetap harus mengikuti program dari Kasi Pidsus yang lama. Hanya dalam hal ini yang ingin pertama kali saya tuntaskan saat menjabat Kasi Pidsus yakni perihal bansos tahun 2012-2014 yang diduga ada penggelapan terjadi,” sebutnya.

Rendra menjelaskan, lebih memperioritaskan permasalahan bansos itu karena sudah masuk tahap pemeriksaan saksi-saksi. Saat ini pihaknya tinggal menunggu audit investigasi dari BPKP, karena akan lebih berwenang dalam masalah ini.

“Setelah ditemukan ada oknum pegawai atau pribadi diduga menggelapkan uang negara dari investigasi BPKP, maka kita akan lebih muda untuk menetapkan tersangka,” ucap Rendra.

Disinggung permasalahan yang lain sudah sampai laporannya ke Kejari Simalungun, Rendra mengaku sedang saya pelajari secara pribadi. “Karena dalam laporan kan masih kategori terduga, jadi belum kita bisa pastikan kapan akan ditetapkan tersangka,” ucap Rendra sembari memegangi berkas-berkas di ruangannya.

Sebelumnya terkait permasalahan bansos ini diduga terjadi penggelapan uang negara hingga miliaran rupiah. Dalam kasus ini, Kejari Simalungun sudah memeriksa 80 orang saksi-saksi.

Baca: (80 Saksi Diperiksa Kasus Bansos Pemkab Simalungun)

Penulis: res. Editor: aan.