HETANEWS

Bernhard Damanik: Kurang Tepat Tindakan JR Saragih Menangis, Kurang Koordinasi

Simalungun, hetanews.com - Bupati Simalungun, JR  Saragih menangis saat konfrensi pers karena Menteri Pariwisata, Arief Yahya tidak mengenakan pakaian adat Batak Simalungun saat acara Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba.

JR Saragih menangis di depan para awak media ketika konfrensi pers di Hotel Inna Parapat, Sabtu (20/8/2016). Menanggapi hal tersebut, Bernhard Damanik menilai bahwa tindakan JR Saragih menitikan air mata adalah tindakan yang kurang tepat.

"Itu tindakan kurang tepat. Kan, itu pengembangan Danau Toba. Karena, kunjungan Presiden, Joko Widodo bersama beberapa kabinetnya bukan untuk pengembangan kawasan Simalungun. Tapi untuk pengembangan Danau Toba secara keseluruhannya," ujar anggota DPRD Simalungun ini, Senin (22/08/2016).

Sah-sah saja apabila JR Saragih ingim menonjolkan Kabupaten Simalungun karena Parapat adalah pintu gerbang menuju Danau Toba. Tapi begitupun, Parapat itu harus lebih dibenah baik dari Pemerintah Pusat ataupun Pemkab Simalungun.

"Kalau serius minta bantuan pembenahan dari pusat. Karena, sebagai gerbang Danau Toba, fasilitas di Parapat itu belum memadai. Penataan pinggiran Danau Toba belum tertata dengan baik," kata Bernhard.

Ia pun menginginkan adanya sanitasi di pinggiran Danau Toba, seperti amdal daripada hotel-hotel. SCocok ada dibuat reklamasi beberapa hektar yang menampung keseluruhannya dan juga untuk limbah hotel itu tidak ke Danau Toba.

"Sekali lagi, sikap menangis itu kurang tepat. Harusnya dibenahi terlebih dahulu Parapat itu biar bisa menjadi destinasi wisata yang bagus. Lagipula, JR Saragih hadir disitu sebagai kepala daerah bukan sebagai budayawan," tambahnya.

Ketika ditanya apakah penyebab tidak dikenakannya pakaian adat Batak Simalungun kepada Menteri Pariwisata, Arief Yahya dan tidak tercantumnya nama Kabupaten Simalungun di iklan ataupun spanduk akibat kurangnya koordinasi antara Pemkab Simalungun dengan panitia, Bernhard menduga hal tersebut. "Bisa jadi (kurang koordinasi)," tutupnya.

Penulis: ndo. Editor: ebp.
Komentar 1
  • Nelson Simatupang
    Luapan emosi spontan tidak bisa dibendung oleh siapapun, jangan jadikan bahan pembicaraan yang tidak perlu, mari berbenah untuk kemajuan bersama.