HETANEWS

Berkunjung ke Parapat, Presiden Jokowi Tak Diberikan Baju Adat

Presiden Jokowi bersama Ibu Negara, para menteri dan Gubsu, Tengku Erry Nuradi mengenakan pakaian adat Batak saat mengunjungi Kabupaten Toba Samosir (Tobasa), Minggu (21/8/2016).

Simalungun, hetanews.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan kunjungan ke Provinsi Sumatera Utara (Sumut) sejak mulai Jumat (19/8/2016) hingga Minggu (21/8/2016).

Dalam kunjungan Jokowi yang didampingi Ibu Negara, Joko Widodo, sejumlah menteri dan Gubernur Sumut, Tengku Erry Nuradi itu melakukan kunjungan ke sejumlah daerah di Sumatera Utara.  Jokowi mengunjungi Nias, Sibolga, Tapanuli Tengah (Tapteng), Toba Samosir (Tobasa), Simalungun dan Samosir.

Informasi dihimpun hetanews, Minggu (21/8/2016) dari setiap daerah yang dikunjunginya, Jokowi diberikan baju adat untuk dikenakan. Namun saat mengunjungi Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun, Jokowi justru tak diberikan baju adat.

Diketahui, Jokowi menyatakan kekagumannya mengenakan pakaian adat saat mengunjungi Kabupaten Nias, Jumat (19/8/2016). Bahkan orang nomor satu di Indonesia itu memarerkan keindahan baju adat Nias itu melakukan akun twiternya.

Presiden Jokowi dan Ibu Negara mengenakan baju adat Nias saat melakukan kunjungan ke Nias, Jumat (19/8/2016)

“Saya dan Ibu Iriana mengenakan baju daerah Nias. Warnanya mentereng banget. Keren nggak?" demikian Jokowi tulis dalam akun twitternya.

Presiden Jokowi dan Ibu Negara dikenakan baju adat Batak saat mengunjungi Kabupaten Samosir

Saat mengunjungi Kabupaten Samosir, Minggu (21/8/2016), Jokowi juga mengenakan pakaian adat Batak Toba didampingi Gubsu. Pakaian adat itu diberikan langsung oleh Bupati Samosir Rapidin Simbolon dan istri.

Sementara itu saat mengunjungi Kabupaten Simalungun, Sabtu malam (20/8/2016) untuk menyaksikan konser karnaval Kemerdekaan di panggung terapung Pantai Bebas, Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Jokowi tak ada diberikan pakaian adat Simalungun.

Willy Sidauruk SH MSi

Menyikapi kondisi ini, Willy Sidauruk yang merupakan salah satu Pembina Himpunan Mahasiswa dan Pemuda Simalungun (Himapsi), menyayangkan jika Presiden Jokowi tak diberikan pakaian adat saat mengunjungi Parapat dan sempat melakukan pertemuan di Hotel Inna Parapat.

“Ini disayangkan mengapa pada saat Presiden berkunjung ke Parapat tak diberikan pakaian adat oleh Pemkab Simalungun. Itu merupakan kelalaian dari Bupati Simalungun, JR Saragih sebagai bentuk ketidaksiapan dalam menyambut kedatangan Presiden,” paparnya, Minggu (21/8/2016).

Menurut Willy, dengan kedatangan Jokowi ke Parapat itu seharusnya menjadi momentum dalam mengenalkan kebudayaan Simalungun . Ini termasuk dapat mengetahui bagaimana reaksi dari Jokowi saat mengenakan baju adat tersebut.

“Presiden saja menyatakan kekagumannnya mengenakan pakaian adat saat mengunjungi Nias dan ini dapat mengangkat nama baik dari daerah itu. Harusnya hal sama juga terjadi saat Presiden mengunjungi Parapat,” sebut pria yang berprofesi sebagai advokad itu.

Dia juga menilai, hal yang lumrah apabila ada pejabat negara mengunjungi suatu daerah, maka kepala daerahnya didampingi para tokoh-tokoh adat akan mengenakan pakaian adat dimaksud. Ini menujukkan adanya rasa penghormatan atas kunjungan yang dilakukan, sekaligus mengenalkan kebudayaan di daerah tersebut.

Penulis: tim. Editor: aan.