HETANEWS

Gegara Memori HP, Istri dan Mertua Perempuan Dianiaya

Hamida (tengah) dengan kondisi berlumuran darah dibaju diapit anaknya Nova (pakai kain panjang). (foto : Tumpal Tanjung).

Siantar, hetanews.com - Kelakuan Yudha Bima Suhendra (19) memang benar-benar keterlaluan. Bayangkan saja, Nova Anggriana (20), isterinya dan Hamida br Pardede (43), mertuanya dianiaya hingga babak belur.

Akibatnya, luka lebam pun dialami Nova. Sedangkan ibu mertuanya berdarah-darah dibagian hidung karena ditinju menantunya itu.

Informasi yang dihimpun wartawan menyebutkan, pidana kekerasan dalam rumah tangga  (KDRT) dan penganiayaan terjadi di rumah mereka Jalan Handayani, Gang Liku-liku, Kelurahan Bahkapul, Kecamatan Siantar Sitalasari, Jumat (19/8/2016).

"Gara-gara memori card handphone (HP) bang," ucap korban ketika ditanyai wartawan di Mapolresta Siantar membuat pengaduan.

Kepada petugas, Nova bercerita suaminya memaki-maki hingga mengucapkan kata-kata kotor hanya karena dirinya meminta memori HP, miliknya.

"Dibilangnya (suami) sudah dikasih sama kawannya, jadi saya bilang ambilkan lah. Habis itu dia cakap-cakap kotor," jelas Nova.

Selain mengucapkan kata-kata kotor, Yudha sebut Nova, sempat menampar pelan wajah dan menyekap leher, memukul badan serta mendorong kepalanya ke tembok, hingga membuatnya meringis kesakitan.

Tak lama atau 10 menit kemudian, Hamida yang tinggal di Jalan Batalion Ujung, Kelurahan Bukit Sofa, Kecamatan Siantar Sitalasari, datang usai mendapat panggilan dari Nova.

Lalu Hamida menanyakan perihal permasalahan. Sejurus kemudian, ia lalu menyuruh Nova mengemasi pakaiannya untuk dibawa pulang.

Hanya saja, ketika berada di depan pintu rumah, Hamida dan Yudha bertengkar. Yudha tak terima lantaran anaknya juga ikut dibawa hingga melayangkan pukulan tepat di bagian hidung mertuanya. Darah pun bercucuran.

Parahnya lagi, jika saja tak dilerai ayahnya yang kebetulan juga di lokasi, Yudha juga nekat akan membalok isteri dan mertuanya, usai mengambil kayu baloTa

Tak terima atas kejadian itu, Nova beserta ibunya, Hamida kemudian bergerak dari lokasi kejadian dan menuju Polresta Siantar untuk membuat pengaduan.

Penulis: bt. Editor: aan.