HETANEWS

Twitter Sudah Blokir 360.000 Akun Berbau Terorisme

Empat pria yang dituduh berzinah dilaporkan telah dirajam hingga tewas oleh ISIS, Juni 2016. Perajaman adalah salah satu bentuk eksekusi yang dilakukan kelompok teror tersebut.

hetanews.com - Sejak pertengahan 2015 lalu, Twitter berkomitmen memberantas penyebaran paham terorisme dari layanan mikroblognya. Hingga kini, sudah lebih dari 360.000 akun terkait terorisme yang diblokir.

Sebanyak 235.000-an di antaranya baru diblokir dalam kurun enam bulan terakhir, sebagaimana dilaporkan NYTimes dan dihimpun KompasTekno, Jumat (19/8/2016).

"Dunia telah menyaksikan gelombang pembunuhan dan serangan terorisme di mana-mana," kata perwakilan Twitter. "Kami ingin turut beraksi dalam mengeliminasi promosi kekerasan dan terorisme di platform kami," ia menambahkan.

Layanan bernuansa biru itu mengklaim telah melebarkan jumlah tim yang bertugas mengamati dan melaporkan upaya sosialisasi terorisme di Twitter. Tak cuma dari sisi internal, Twitter juga bekerja sama dengan beberapa organisasi anti kekerasan.


Bukan membungkam kebebasan berpendapat

tahun lalu, jumlah akun yang diblokir Twitter per harinya meningkat 80 persen. Hal ini bisa bermakna dua hal: Twitter makin canggih dalam menyaring konten berbau terorisme atau aksi itu sudah terlanjur mewabah di layanannya.

Lebih lanjut, Twitter menegaskan upaya pemblokiran akun berbau terorisme dan kekerasan tak bertujuan mengerdilkan kebebasan berpendapat. Layanan tersebut berprinsip kebebasan berbicara sejatinya disesuaikan dengan hak kedamaian bagi masyarakat.

Untuk itu, selain terorisme, Twitter juga mulai menyaring konten berbau rasis, bully, diskriminasi, dan ajakan-ajakan gerakan ekstrimis lainnya. 

sumber: new york times

Editor: edo.