HETANEWS

Nasabah Koperasi Swadharma Coba Terobos Masuk Kantor BNI Siantar

Seorang security Bank BNI Siantar yang sedang berusaha mengeluarkan seorang nasabah Koperasi Swadharma yang berusaha masuk ke dalam bank. (foto : Lazuardy Fahmi)

Siantar, hetanews.com - Seorang nasabah (deposan) Koperasi Swadharma yang dibawah naungan Bank Negara Indonesia (BNI) Cabang Kota Siantar mencoba masuk ke kantor yang beralamat di Jalan Merdeka, Kelurahan Proklamasi, Kecamatan Siantar Barat tersebut, Kamis (18/8/2016).

Ibu yang diketahui bernama Albine Siagian warga Parluasan, Kecamatan Siantar Utara  tersebut mencoba menerobos pintu BNI lantai dasar yang menjadi akses menuju lantai atas, di mana merupakan ruangan pimpinan bank berlogo angka 46 tersebut.

Albine merasa kesal karena dua orang yang menjadi aktor dalam tuntutan tersebut tidak mau menemui para demonstran. Kedua aktor tersebut yakni Fakhrul yang diketahui pimpinan BNI Cabang Siantar dan seorang pegawainya bernama Rahmat.

Ibu tua tersebut sudah berhasil menerobos pintu akses tersebut dan mengelabui satpam yang biasa menjaga di pintu itu. Tapi, ketika ingin menaiki tangga, satpam yang kecolongan itu langsung memberhentikan ibu itu dan memerintahkan untuk keluar.

"Saya sudah nasabah BNI selama 30 tahun. Tapi kok begini mereka buat. Si Fakhrul, si Rahmat takut menemui kami. Saya ini sudah tua, jangan ditipu-tipu. Apalagi kata si Rahmat, dia tidak mau membayar (mengembalikan uang)," teriak ibu itu dengan pengeras suara sambil terisak tangis.

Lanjutnya, ketika dahulu Rahmat bersikap baik kepada para nasabah BNI Cabang Siantar dengan mengajak para nasabah itu mendepositokan uangnya ke Koperasi Swadharma. Ia mengancam bahwa tidak dikembalikannya uang mereka yang berkisar Rp 12 miliar, mereka akan melaporkan hal tersebut kepada Presiden Joko Widodo.

"Uang itu uang hasil keringat kami. Itu bukan uang hasil korupsi. Janji, janji selalu. Ini sudah berapa bulan. Katanya 2% per bulan, tapi dari bulan Januari sampai sekarang belum dibayar. Kembalikan uang kami semua. Kami ini bukan orang bodoh," ucap ibu yang diketahui uangnya tersimpan berjumlah Rp 900 juta.

Sementara itu, salah seorang Satpam BNI Cabang Kota Siantar mengabarkan bahwa awak media dipersilahkan untuk melakukan konferensi pers bersama pimpinan mereka. Namun, permintaan itu hanya perwakilan beberapa media saja.

Ketika awak media yang meliput demonstrasi tersebut menanyakan kepada satpam, seorang anggota polisi wanita bernama Iptu Relina mengusir para awak media.

Tidak diketahui apa maksud pengusiran tersebut. Kemungkinan polwan tersebut mengusir karena ada beberapa demonstran yang mengikut di belakang para awak media yang akan konferensi pers.

Sedangkan satpam yang sebelumnya mengabarkan dipersilahkan untuk konferensi pers itu hanya berdiam. Beberapa saat kemudian, beberapa orang polisi kemudian menyantap makan siang berupa nasi kotak yang diketahui disediakan oleh pihak BNI Cabang Kota Siantar.

Tuntutan para demonstran yang didominasi ibu-ibu dan anak muda ini adalah pengembalian uang tabungan mereka di koperasi Bank BNI  bernama Koperasi Swadharma.

https://ssl.gstatic.com/ui/v1/icons/mail/images/cleardot.gif

Penulis: ndo. Editor: aan.