HETANEWS

Pimcab BNI Siantar: Tidak Ada Hubungan Koperasi dengan BNI

Aksi demo puluhan nasabah Bank BNI Siantar, Kamis (18/8/2016). (foto : Lazuardy Fahmi)

Siantar, hetanews.com - Fakhrul selaku pimpinan cabang Bank Negara Indonesia (BNI) Kota Siantar menilai, bahwa Koperasi Swadharma tidak ada hubungannya dengan BNI.

Hal ini dikatakannya kepada wartawan, Kamis (18/08/2016) terkait datangnya puluhan nasabah yang melakukan aksi demonstrasi di bank pemerintah dipimpinnya tersebut.

“Kita punya koperasi resmi, secara legal tidak ada kaitannya dengan BNI. Jadi koperasi ini didirikan untuk simpanan anggota karyawan dan pensiunan. Ternyata tiba-tiba kita mendengar ada pihak luar non anggota untuk ikut penempatan dananya di koperasi,” sebut Fakhrul.

Fakhrul pimpinan cabang Bank BNI Kota Siantar saat memberikan keterangan kepada media, Kamis (18/8/2016). (foto: Lazuardy Fahmi)

Ia menjelaskan, bahwa setelah mengetahui hal tersebut, mereka tidak membenarkannya. Dan setelah mereka telusuri, bahwa Koperasi Swadharma tidak mampu melakukan pembayaran kepada anggota yang mereka tidak ketahui.

“Beberapa bulan yang lalu, para anggota (investor) bertanya kepada kita apakah BNI ada hubungannya dengan Koperasi Swadharma. Kami jawab bahwa BNI dengan koperasi tidak ada hubungan. Jadi yang investor non anggota investasinya itu tidak sepengetahuan kita,” ujarnya.

Fakhrul juga menerangkan, bahwa deposan di Koperasi Swadharma yang melakukan transaksi ada yang nasabah dan non nasabah BNI. Adapun yang dana tersimpan berkisar Rp 8 miliar.

“Pengakuan manager koperasi (Agus Surya Dharma), ia anak pensiunan BNI dan sudah menjabat sebagai manager selama ± 9 tahun. Masa saya di sini baru 1,5 tahun. Pada saat kami minta laporan keuangan koperasi, koperasi tidak mencantumkan dana investor dari pihak ketiga,” tambahnya.

Seorang security Bank BNI Siantar yang sedang berusaha mengeluarkan seorang nasabah Koperasi Swadharma yang berusaha masuk ke dalam bank. (foto: Lazuardy Fahmi)

Mengenai Rahmat, salah seorang pegawai BNI Cabang Siantar yang sering disebut-sebut oleh para demonstran bersama dirinya, Fakhrul membenarkan bersangkutan seorang pegawai BNI yang ikut sebagai perantara dan mereka sedang melakukan pemeriksaan terhadapnya.

“Adanya simpan pinjam kepada pihak ketiga itu tidak boleh dan diluar sepengetahuan kita. Koperasi (Swadharma) terpisah dengan BNI. Badan hukumnya saja terpisah. Transaksi simpan pinjam dalam koperasi tersebut sangat dilarang,” ucapnya.

Fakhrul pun menjawab, bahwa Swadharma mencantol nama BNI di koperasi tersebut karena yang ia tau bahwa nama koperasi tersebut adalah Koperasi Swadharma tanpa embel-embel BNI.

“Demonstran seharusnya menuntut ke koperasi, bukan ke BNI. Koperasi di setiap BNI ada, tapi diperuntukan untuk pegawai dan pensiunan. Dalam akte pendirian, tidak ada hubungan saya sebagai pimpinan cabang dengan koperasi tersebut. Mengenai adanya pegawai BNI yang terlibat, kita pasti akan berikan sanksi,” tutupnya tanpa merinci yang dimaksud.

Penulis: ndo. Editor: aan.