HETANEWS

Gak Benar Tidak Dikibarkan Namun Penyelamatan Kehormatan Bendera Merah Putih oleh Paskibra

Pengait bendera Merah Putih yang rusak sehingga tiga orang pengibar bendera menunda untuk mengibarkannya sampai ada perbaikan, sehingga kehormatan Sang Merah Putih tetap terjaga.

Siantar, hetanews.com - Rabu 17 Agustus 2016 merupakan momen paling bersejarah bagi warga Kota Siantar pada umumnya dan Paskibraka (Keluarga Besar Purna Paskibraka Indonesia) pada khususnya. Momen bersejarah tersebut terjadi pada saat pengibaran Bendera Merah Putih di tengah lapangan Haji Adam Malik. 

Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi dimulai dengan khidmat. Semuanya berjalan dengan lancar sesuai dengan protokol upacara yang telah ditentukan hingga pada saat yang telah direncanakan Pasukan Pengibar Bendera akan bertugas mengibarkan Bendera Merah Putih. 

Pasukan Pengibar Bendera yang sudah bersiap di belakang Balai Bolon memasuki lapangan upacara dengan langkah tegap. Pasukan yang terdiri dari Pasukan Tujuhbelas, Pasukan Delapan dan Pasukan Empatlima masuk ke lapangan.

Sesampainya di tribun kehormatan, pasukan berhenti dengan diiringi pasukan delapan yang berbelok kearah tribun untuk menjemput bendera Merah Putih. Pembawa baki Bendera yang dikawal 4 orang pengawal naik ke tribun untuk menjemput bendera kepada Inspektur Upacara (Pj Walikota Siantar). 

Setelah bendera telah diterima di atas baki, pasukan pengibar bendera bergerak ke tengah lapangan lalu menuju tiang 17 untuk mengibarkan bendera Merah Putih. Pengibar yang terdiri dari 3 orang dengan langkah tegap menuju tiang bendera untuk mengibarkan bendera. Bendera yang sudah disiapkan pun diikatkan dengan model cantol ke tali.

Sebagai catatan bahwa bendera tidak lagi menggunakan tali kain yg menempel di bendera tapi cantolan yang dijahit ke ujung merah dan ujung putih bendera. Semua berjalan dengan lancar sampai selesai bendera dicantolkan ke tali.

Disaat bendera dibentangkan dan siap untuk dikibarkan, terjadi insiden kecil dimana cantol bendera di bagian warna putih rusak (lihat foto terlampir). Hal ini mengakibatkan bendera tidak lagi menyatu dengan tali dan sangat tidak memungkinkan untuk dikibarkan.

Petugas pengibar yang sudah dilatih untuk kondisi apapun bahkan terburuk sekalipun dengan sigap menahan ujung bendera bagian putih agar tidak terjatuh. Disinilah letak yang dinamakan tindakan penyelamatan. Petugas bendera sudah dilatih dan diajarkan bahwasanya Bendera adalah simbol negara yang harus dijaga kehormatannya dan tidak boleh sampai jatuh menyentuh tanah atau tidak berkibar sempurna. 

Pada saat petugas mengucapkan "Bendera Siap!" maka Komandan Upacara memberikan aba-aba kepada seluruh peserta upacara untuk menghormat bendera. Bisik-bisik pun mulai terdengar di kalangan peserta upacara dan ribuan mata warga kota Siantar, yang bingung kenapa bendera Merah Putih tidak juga kunjung menaiki tiang padahal lagu Indonesia Raya sudah berkumandang.

Hingga berakhir lagu Indonesia Raya, bendera Merah Putih tetap hanya dalam posisi dibentangkan. Sudah sesuai prosedur, apabila bendera gagal berkibar karena kerusakan pada tali atau bendera, maka bendera hanya dibentangkan sampai Lagu Indonesia Raya selesai. Apabila terdapat kesalahan dan kerusakan akan diperbaiki lalu dinaikkan kembali.

Tetapi apabila bendera sangat tidak dimungkinkan untuk dikibarkan, maka bendera akan dilipat dan dikembalikan kepada Inspektur Upacara. Yang terjadi di lapangan H Adam Malik Kota Siantar adalah setelah selesai lagu Indonesia Raya, anggota Purna Paskibraka, berlari ke tiang bendera untuk memeriksa kerusakan dan mengganti cantol yang rusak. Setelah itu bendera kembali dikibarkan.

Tidak seperti yang diberitakan oleh media yang mengatakan bahwa Bendera "gagal" berkibar itu tidaklah benar karena yang tepat adalah "PENYELAMATAN" Bendera Merah Putih yang mungkin akan hilang kehormatannya apabila dipaksa dikibarkan dalan kondisi tidak sempurna.

Dalam situasi sangat genting dan harus mengambil keputusan singkat, tindakan penyelamatan yang dilakukan petugas pengibar sangatlah tepat untuk tetap menjaga kehormatan Bendera Merah Putih. 
Adapun tangis para anggota Paskibraka adalah luapan emosi haru atas insiden dan sekaligus bangga kepada rekannya Petugas Pengibar yang bisa menyelamatkan kehormatan Bendera Merah Putih.

Semoga apa yang saya tulis disini bisa memberikan sedikit informasi kepada masyarakat terhadap proses Pengibaran Bendera Merah Putih pada peringatan Detik-Detik Proklamasi 17 Agustus 2016 di lapangan H Adam Malik Kota Siantar.

Dikutip dari Facebook Dermawan R. Siallagan - Purna Paskibraka Kota Siantar 1996

Penulis: ndo. Editor: ebp.