HETANEWS

Lagu Indonesia Raya Seharusnya Dinyanyikan Satu Kali, PJ Walikota Harus Bertanggungjawab

Siantar, hetanews.com - Dua kali lagu Indonesia Raya berkumandang di Lapangan Haji Adam Malik sangat disayangkan oleh Sarbudin Panjaitan. Dosen STIH-YNI (Sekolah Tinggi Ilmu Hukum-Yayasan Nasional Indonesia) ini menilai seharusnya lagu kebangsaan itu dinyanyikan satu kali saja pada upacara peringatan hari kemerdekaan.

Dalam upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) yang ke 71 di kota Siantar terjadi insiden, dimana lagu Indonesia Raya dua kali dikumandangkan dalam upacara penaikan bendera Merah Putih, yang dipusatkan di Lapangan H Adam Malik, Kecamatan Siantar Barat, Rabu (17/08/2016).

Lagu Indonesia Raya dikumandangkan sebanyak dua kali karna Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Kota Siantar menunda menaikkan bendera tersebut karena ada kesalahan teknis, padahal lagu Indonesia Raya telah selesai dikumandangkan.

Dan, di kesempatan selanjutnya, Paskibra berhasil menaikkan dan mengibarkan bendera Merah Putih disertai lagu Indonesia Raya berkumandang untuk kedua kalinya.

"Seharusnya Pj Walikota Siantar, Jumsadi Damanik mengecek kesiapan fasilitas tersebut sebelumnya. Pj Walikota mengecek melalui bagian umum, kemudian bagian umum kepada panitia dan panitia kepada pelatih," ujar Sarbudin kepada hetanews.com, Kamis (18/08/2016).

Purnawirawan ABRI (Polri) ini mengungkapkan kalau ia mengetahui tidak ada lagu Indonesia Raya dinyanyikan dua kali. Permasalahan tersebut menjadi tanggung jawab Pj Walikota.

"Seharusnya sebelum pelaksanaan, tanggal 16 atau tanggal 17 pagi, Pj Walikota sudah turun melakukan pengecekan melalui bagian umum. Karena itu adalah upacara kebesaran. Bahkan warga negara Indonesia di luar negeri ikut menyelenggarakan upacata tersebut," tambahnya.

Pria yang sering bertugas sebagai Paskibra saat masih aktif di ABRI (Polri) ini mengatakan kalau masalah tersebut jangan dianggap hanya masalah kecil. Masalah tersebut jadi masalah nasional dan internasional.

"Pj Walikota Siantar jangan menganggap hal tersebut dengan sepele. Saat pengecekan, yang dicek bukan hanya kesiapan paskibra saja, tetapi cek juga fasilitas sepertu tiang dan tali. Supaya tidak ada kejadian yang memalukan,” kata Sarbudin.

Ia menambahkan, seharusnya, apabila ada insiden seperti itu, lagu Indonesia Raya hanya dinyanyikan sekali saja, bukan malah dinyanyikan dua kali. Kemudian, setelah masalah sudah selesai, bendera dinaikkan kembali tanpa diiringi lagu Indonesia Raya.

“Lagu Indonesia Raya disaat itu harusnya dinyanyikan satu kali. Kalau ada masalah, pasukan tetap dalam posisi siap sempurna. Kemudian diperbaiki yang rusak. Dan lagu Indonesia Raya tidak dinyanyikan kembali. Ngarang itu menyanyikan lagu Indonesia Raya dua kali. Naik bendera tanpa lagu Indonesia Raya,” tegasnya.

Dijelaskannya, dalam pengibaran bendera, ada dua yang menjadi perhatian. Yaitu, tali di tiang bendera dan cara melipat bendera. Apabila dalam melipat bendera salah, kemungkinan bendera akan terbalik.

“Pj Walikota Siantar harusnya meminta maaf kepada masyarakat dan instansi di Siantar atas permasalah penaikan bendera tersebut. Itu sebagai pusat peringatan HUT RI ke 71 di Siantar, tapi ada masalah.  Sebagai contoh, ibu-ibu Bhayangkari pengibaran bendera di dalam laut saja tidak ada bermasalah,” tutup Sarbudin.

Penulis: ndo. Editor: ebp.