HETANEWS

Pengakuan Anak Napi Bawa Baki Bendera: Ini Hadiah Bagi Ayah

Fani Cicilia Boru Tarigan bersama ayah angkatnya Bongsu Pakpahan. (foto : Tommy Simanjuntak).

Siantar, hetanews.com - Upacara peringatan Hari Kemerdekaan ke 71 di Kota Siantar, Rabu (17/8/2016) menyisahkan sebuah cerita haru dari pembawa baki Bendera Merah Putih, Fani Cicilia Boru Tarigan.

Ternyata motivasinya untuk menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) hingga akhirnya ditugaskan menjadi pembawa baki semata-mata untuk memberikan hadiah kepada ayahnya yang kini mendekam di balik jeruji besi.

Saat ditemui wartawan usai mengibarkan bendera di Ruang Data Pemko Siantar, Fani menyebutkan telah menyukai Paskibraka sejak kecil.

"Dulu waktu Sekolah Dasar (SD) saya sudah mengibarkan bendera di sekolah, memang sudah suka dari kecil," ucapnya penuh semangat.

Ditanya bagaimana perasaannya ketika membawa baki, Fani menyebutkan ada rasa gugup. Namun dia tetap pada tujuannya yakni memberikan hadiah kepada kedua orang tuanya.

"Pokoknya saya hanya berfikir memberikan yang terbaik bagi orang tua. Kakak-kakak senior juga memberi semangat pada saya," ucapnya.

Ternyata perjalanan hidup siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) Taman Siswa ini tidak seperti teman-temannya yang lainnya. Fani harus menjalani hidup sendiri bersama dua adiknya. Sebab, ayahnya saat ini mendekam di balik jeruji besi dan ibunya harus pergi merantau demi menyambung hidup Fani dan adiknya.

Namun Fani menjadikan semua itu sebuah semangat dan motivasi untuk memberitahuka kepada dunia bahwa dirinya sanggup berkarya. Rasa kecewa pun tak dapat dia bendung.

Fani mengatakan, bahwa dirinya merasa ada yang kurang. "Ada yang kurang, gak ada ayah melihat Fani tadi, "ucapnya dengan tetap melemparkan senyum kepada wartawan.

Yang membuat hati semakin terharu lagi ketika Fani menyebutkan yang dia lakukan saat ini adalah kado untuk ayahnya. "Fani selalu termotivasi bahwa ini adalah kado untuk ayah, jadi Fani harus berikan yang terbaik dan tetap semangat," sebutnya.

Sementara Ayah Angkat Fani, Bongsu Pakpahan menyebutkan, bahwa Fani memang seorang anak yang penuh semangat. Bongsu juga menyebutkan, Fani selalu termotivasi untuk memberikan hal yang terbaik bagi ayah dan ibunya.

"Dia (Fani) selalu ingin menunjukkan kepada semua orang kalau dirinya bisa menjadi sesuatu yang sangat berharga dan telah dibuktikan, salut buat Fani," kata Bongsu.

Penulis: tom. Editor: aan.