Simalungun, hetanews.com - Indikasi kecurangan pelaksanaan Pemilihan Pangulu Nagori (Pilpanag) Pardomuan Bandar, Kecamatan Silou Kahean dilaporkan ke Bupati Simalungun, JR Saragih.

Laporan itu disampaikan Calon Pangulu (Capang), Donater Saragih melalui kuasa hukumnya, Willy Sidauruk. Dalam suratnya, Willy Sidauruk melaporkan Panitia Pilpanag Nagori Pardomuan Bandar (terlapor I), Sekretaris Nagori (terlapor II) dan Pelaksana Tugas (Plt) Pangulu Pardomuan Bandar (terlapor III).

Kepada hetanews, Selasa (16/8/2016), Willy menuturkan, ada beberapa alasan pihaknya melaporkan kecurangan Pilpanag Pardomuan Bandar atas nama kliennya.

Menurutnya, kejanggalan pertama terkait pemilihan Maujana Nagori yang tidak melalui musyawarah nagori, dengan penghunjukan Ketua Maujana Nagori dari Jandimauli Purba kepada anak kandungnya Rudianson Purba oleh Plt Pangulu Pardomuan Bandar.

"Ini berdampak dengan proses pemilihan panitia Pilpanag yang tidak transparan oleh Ketua Maujana Nagori. Pasalnya, Maujana Nagori hanya mengundang orang-orang terdekat Capang Incumbent, Julfikar Purba," sebutnya.

Kecurangan lainnya menurut Willy, saat kampanye Pilpanag, aparatur nagori mulai dari Kepala Urusan (Kaur), Sekdes, Maujana dan Plt Pangulu ikut berkampanye dengan Julfikar Purba.

"Anehnya saat pelaksanaan pemilihan tanggal 6 Agustus 2016 lalu ditemukan adanya kertas surat suara yang berasal dari Nagori Mariah Buttu, Kecamatan Silou Kahean," sebut Willy.

Menurutnya, sesuai jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) Bandar Hanopan sebanyak 128 orang dan yang hadir 126 orang. Namun ketika kotak suara dibuka dan dihitung jumlah kertas 129 lembar. Dengan rincian, 67 suara memilih nomor urut 1 dan nomor urut 2 ada 60 suara.dan yang batal 2 suara, sementara keseluruhan kertas suara berjumlah 129 lembar. Willy menambahkan, yang jadi pertanyaan dari mana asal 3 surat suara .

"Akibat kecurangan terhadap surat suara itu terjadi perdebatan antara pihak Donater Saragih terhadap Panitia Pilpanag. Sehingga sekira pukul 14.00 WIB, beberapa panitia Walk Out (WO) dan diikuti pihak Donater," sebut Willy.

Lanjutnya, melihat beberapa proses pemilihan yang janggal, pihak Donater Saragih mengajukan agar perhitungan suara ditunda dan pemilihan Pangulu Pardomuan Bandar diulang.

Donater juga meminta kepada Camat Silou Kahean, Kapolsek Silou Kahean dan Danramil Nagori Dolok untuk menghentikan proses perhitungan suara pada saat pertemuan antara Capang dengan Muspika. 

"Namun Camat Silou Kahean dan beberapa panitia tetap melaksanakan penghitungan surat suara tersebut tanpa dihadiri pihak Donater Saragih dan tiga orang panitia yakni, Jhon Raider Purba, Jon Hermanson Saragih dan Baren Girsang," sebut Willy.

Dia juga menuturkan, kecurangan lain adanya temuan salah seorang pemilih yang bukan warga Pardomuan Bandar menjadi pemilih atas nama Kristina Sari Sipayung. 

Willy menambahkan, hingga saat ini pemenang Pilpanag Pardomuan Bosar belum diumumkan oleh pihak panitia. Menurutnya, hal yang janggal sekali ketika Julfikar Purba sudah mengaku-ngaku sebagai Pemenang dalam Pilpanag.

"Kami sebagai pelapor siap dipanggil dan menghadirkan saksi-saksi dan bukti-bukti sebagai pendukung laporan pengaduan itu," sebut Willy.

Terkait hal ini, Willy menuturkan, pihaknya meminta Bupati Simalungun agar membatalkan pelantikan Julfikar Purba dan memanggil semua pihak terkait sesuai surat laporan pengaduan pihaknya, serta memerintahkan terlapor melakukan pemilihan ulang di Nagori Pardomuan Bosar.