HETANEWS.COM

Puluhan Nasabah Demo Kantor BNI Siantar

Aksi demo puluhan massa yang berlangsung di kantor BNI Cabang Kota Siantar, Jalan Merdeka, Selasa (16/8/2016). (foto : Lazuardy Fahmi).

Siantar, hetanews.com - Puluhan warga Kota Siantar dan Kabupaten Simalungun yang merupakan nasabah Bank Negara Indonesia (BNI) Cabang Siantar melakukan demo di depan BNI Siantar, Jalan Merdeka, Kelurahan Proklamasi, Kecamatan Siantar Barat, Selasa (16/8/2016).

Tuntutan para demonstran yang didominasi ibu-ibu dan anak muda ini adalah pengembalian uang tabungan mereka di koperasi Bank BNI yang bernama Koperasi Swadharma.

Massa membawa spanduk dan kertas-kertas karton yang menjadi tuntutan mereka seperti bapak Presiden, Kami korban penipuan koperasi BNI. Awas hati-hati di BNI Siantar ada tikus berdasi yang makan uang nasabah. Hai Rahmat,  kembalikan uang kami. Pecat Rahmat, pecat Fahrul, selamatkan BNI Kota Siantar".

"Hai Rahmat, kau dirikan koperasi Swadharma untuk menipu BNI Siantar. Kami nasabah BNI yang ditipu koperasi Swadharma di BNI Siantar yang dilakukan pegawai BNI bernama Rahmat," tulis mereka di beberapa kertas karton tersebut.

Merry Pasaribu, warga Perumnas Batu IV, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun yang ikut melakukan aksi demo mengatakan, kalau mereka adalah nasabah di BNI dengan koperasi simpan pinjam bernama Koperasi Swadharma.

"Uang saya di dalam itu sebesar Rp 150 juta untuk masa depan anak-anak saya. Saya ini janda. Bulan Februari lalu sudah saya coba mengambil uang itu. Tapi jawaban mereka (BNI), hanya bilang sabar-sabar aja. Tapi tidak juga dikembalikan," ujarnya.

Ia menambahkan, bahwa nasabah BNI yang diduga menjadi korban penipuan tersebut dengan total 50 orang. Dan total uang nasabah yang masih tertahan sebesar Rp 10 miliar.

"Kami rata-rata punya uang ratusan juta. Tapi ada itu pedagang yang tabungannya Rp 4 juta saja tetap diembat juga ," kesalnya.

Sementara itu, Kapolsek Siantar Barat Iptu David Sinaga yang memimpin pengamanan demonstrasi tersebut langsung melakukan upaya mediasi antara pihak demonstran dan BNI.

Pihak BNI meminta adanya mediasi dengan cara bertemu dengan pihak perwakilan demonstran sebanyak 8 orang.

Namun, beberapa saat kemudian sempat terjadi keributan mulut, karena pihak perwakilan demonstran menolak untuk mediasi di lantai dasar belakang BNI.

"Kami tidak mau di belakang itu. Banyak hantu. Kami meminta di atas (lantai II). Coba lihatlah belakang itu, koperasi itu sudah kayak gudang," teriak salah seorang ibu yang vokal.

Keributan ini hanya sebentar saja, karena pihak BNI menyetujui permintaan dari para demonstran, tetapi perwakilan yang diperbolehkan mengikuti mediasi menjadi 6 orang.

Hingga berita ini dikirimkan, proses mediasi masih berlangsung dan para awak media belum mendapat keterangan resmi dari pihak BNI Cabang Siantar

Penulis: ndo. Editor: aan.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!