HETANEWS

Bayi Wanita Keterbelakangan Mental Diserahkan ke Dinsosnakertrans

Proses penyerahan bayi yang dilahirkan Tabita yang memiliki keterbelakangan mental. (foto : Tommy Simanjuntak)

Siantar, hetanews.com - Seorang wanita yang memiliki keterbelakangan mental, bernama Tabita melahirkan seorang bayi laki-laki di Rumah Sakit Horas Insani (RSHI) Jalan Medan, Kecamatan Siantar Martoba.

Bayi yang dilahirkan akhirnya diserahkan oleh Direktur RSHI Waldy Saragih kepada Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Trasmigrasi (Dinsosnakertrans) Poltak Manurung, Jumat (12/8/2016).

Penyerahan ini dilakukan disalah satu ruang RSHI No35, ditandai dengan berita acara serahterima dan disaksikan Anggota DPRD Siantar Ow Herry Dermawan, Asrida Sitohang dan Hotman Kamaludin Manim serta dibubuhi dengan tanda tangan para saksi. Serah terima secara resmi ini dilakukan untuk menghindari persoalan hukum di kemudian hari.

Sejumlah warga yang peduli terhadap warga anak jalanan dan terlantar ini, yaitu Shelly Lim, Nella Lobe dan Lisa turut menyaksikan serah terima juga memberikan bantuan berupa uang, pakaian, susu, roti dan kebutuhan bayi lainnya kepada Yayasan Sinar Kasih beralamat di Jalan PU Pengairan Kelurahan Simarimbun Kecamatan Siantar Marimbun yang dipimpin Pdt Lukas Panjaitan.

Keberadaan Tabita diketahui Pdt Lukas yang biasa disapa Mailin berdasarkan informasi telepon dari warga yang menyebutkan ada seorang wanita berjalan-jalan memutari sejumlah titik Kota Siantar dengan kondisi kumal, layaknya orang yang mengalami gangguan mental.

Yang membuat miris adalah kondisinya sedang berbadan dua. Sehingga tidak diketahui apakah Tabita sudah berbadan dua ketika dia sudah mengalami gangguan mental atau sebelumnya.

Mailin bercerita, sempat menolak kabar yang didapat, karena memang kondisi yayasan yang dipimpinnya tersebut memiliki keterbatasan kamar.

“Saya dapat kabar kalau Tabita ini sedang hamil. Pertama kali ditelepon, saya bilang tidak ada tempat karena kamar hanya dua dan itu pun sudah penuh. Sampai tiga orang kali s mendapat telepon, hingga saya merenung dan sampai akhirnya mencarinya sendiri,” ucapnya.

Lanjut Mailin, Tabita ditemukan pada tanggal 15 Juli 2016 sekira pukul 22.16 WIB di Jalan Sudirman, dan kondisi Tabita pada saat itu cukup memprihatinkan.  Bahkan dalam penjemputan tersebut, Tabita sempat melakukan perlawanan.

“Pertama saya lihat, Tabita sedang berada di bak sampah, mengorek-ngorek mencari makanan. Saya sempat dilempari pakai kayu. Saya juga saat itu bingung karena kalau dibonceng menggunakan sepeda motor pasti susah. Kondisinya juga sedang hamil. Begitu pulang, saya bilang sama pengurus lainnya untuk menggabungkan penghuni kedua kamar itu. Semuanya laki-laki,” terangnya.

Mailin memberikan rasa syukurnya kepada pihak RSHVI yang mau melakukan operasi untuk proses kelahiran bayi laki-laki dari Tabita pada tanggal 9 Agustus lalu. Tidak lupa, ia juga menyampaikan terima kasih kepada ketiga anggota DPRD dan komunitas warga yang mau memberikan perhatian.

Waldy didampingi sejumlah pegawainya menyampaikan rasa terima kasih pada seluruh yang hadir, termasuk Dinsosnakertrans memberikan respon baik terhadap masyarakat dalam hal biaya perawatan.

Kepala Dinsosnakertrans, Poltak Manurung mengakui ada keterbatasan soal biaya perobatan bagi gelandangan, karena kendala anggaran. “Kami bangga kepada managemen RSHI yang dengan tuntas melakukan operasi, merawat bayi dan ibunya. Dinsosnankertrans ada keterbatasan, khususnya dalam kesehatan. Kami berterimakasi kepada Panti Sinar Harapan Kasih Bapak,” terangnya.

OW Herry Darmawan juga memberikan apresiasi atas kebersamaan itu karena semuanya saling peduli terhadap persoalan yang sedang dialami Tabita, terleps kondisi jiwanya kurang normal.

“Saya apresiasi pada semuanya karena kebersamaan kita yang terjalin. Berkat kerja sama kita, semoga kedepan masyarakat yang terlantar bisa diperhatikan pemerintah dan rumah sakit. Janganlah ia terlantar dan kami percaya ibu dan bayinya ini akan dibesarkan dengan baik seperti ketulusan dari pihak yayasan mengambilnya dari jalanan,” terangnya.

Penulis: tom. Editor: aan.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.