HETANEWS.COM

BPSK Asahan Menangkan Gugatan Konsumen Kontra Adira Finance

Majelis hakim BPSK Asahan membacakan putusan atas gugatan Irvan Nasution. (foto : Heru Sihotang).

Asahan, hetanews.com - Untuk pertama kalinya dalam pembacaan putusan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kabupaten Asahan memenangkan gugatan Irvan Nasution (52) warga Dusun II Desa Tinggi Raja, Kecamatan Tinggi Raja, Kabupaten Asahan, penggugat (konsumen) terhadap PT Adira Finace selaku tergugat.

Ini terungkap dalam agenda sidang putusan sengketa konsumen bertempat di kantor Sekretariat BPSK Asahan, Kisaran, Kamis (11/8/2016).

Penggugat merupakan korban penarikan sepeda motor Honda Beat nomor polisi (nopol) BK 5389 VBA secara paksa, dengan cara mengelabui dilakukan 4 orang pelaku yang mengaku sebagai utusan tergugat (eksternal debt collector), Senin (2/5/2016) sekitar pukul 19.30 WIB.

"Menghukum pelaku usaha (tergugat) untuk mengembalikan (menyerahkan sepeda motor) yang menjadi objek gugatan kepada penggugat tanpa persyaratan apapun," kata Ketua Majelis Hakim Syahrul Effendi Tambunan didampingi hakim anggota Syafriyalsyah dan Taufiq Hidayat, dengan Panitera Eldiwatri.

Dalam putusannya majelis hakim menyatakan, perbuatan pelaku usaha melakukan penarikan sepeda motor dengan cara memaksa, mengelabui atau menipu konsumen merupakan tindakan yang tidak berdasarkan hukum dan termasuk perbuatan hukum. 

Sehingga seluruh akibat hukum yang timbul seperti membayar biaya penarikan kendaraan sebesar Rp. 1,5 juta dinyatakan tidak pernah ada dan tak dibebankan kepada penggugat.

Putusan tersebut dihadiri oleh pemohon dan tanpa dtergugat. Usai putusan itu, majelis hakim memberikan kesempatan kepada penggugat dan tergugat selama 14 hari untuk melakukan banding.

Atas putusan itu, Irvan mengatakan akan pikir-pikir. "Saya akan pikir-pikir majelis hakim," ujarnya.

Setelah selesai sidang, Irvan menuturkan, pada waktu itu para pelaku meminjam kunci kontak sepeda motor dengan alasan mau melihat nomor mesin dan rangka kendaraan roda dia itu untuk menyesuaikan dengan data yang mereka miliki.

Usai menerima kunci kontak, mereka membuka bagasi dan mengambil barang-barang yang ada di dalam bagasi dan diserahkan pada Irvan.

Selanjutnya para pelaku membawa sepeda motor secara paksa, tanpa dapat dicegah korban.

"Saya mendatangi kantor Adira untuk membayar seluruh tunggakan. Tapi ditolak, karena selain tunggakan harus membayar biaya penarikan sebesar Rp 1,5 juta," ujarnya.

Dua hari sebelum penarikan sepeda motor, Sabtu (30/4/2016), Irvan sudah berusaha membayar tunggakan selama 2 bulan. Namim ditolak, karena harus membayar selama 3 bulan.

"Saya sudah melakukan etikat baik, tapi pihak Adira tetap bertahan dengan biaya penarikan itu. Saat  ini sudah merugi selama empat bulan pasca  penarikan sepeda motor itu. Akibatnya terpaksa menyewa sepeda motor setiap harinya untuk bekerja di perusahaan saya," ujarnya

Penulis: heru. Editor: aan.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan