HETANEWS.COM

Judi Game Mesin Bebas, Kapolres Tebingtinggi Belum Bertindak dan hanya Janji Manis

Permainan judi mesin yang marak di kota Tebingtinggi

Tebingtinggi, hetanews.com - Meski lebaran telah dilalui hampir sebulan lamanya,tapi janji   pernyataan dan  komitmen yang dilontarkan Kapolres Tebingtinggi, AKBP Ciceu Cahyati Dwimeilawati, SH MH saat tatap muka dan silahturahmi dengan wartawan pada bulan Mei 2016 diruang K3I  untuk menutup dan menangkap pelaku/bandar judi  kini terkesan ‘diabaikan’.

Malah, permainan segala judi masih berjalan mulus tanpa hambatan. Begitu juga dengan permainan judi ala Game Mesin ikan di jalan Tenggiri, Kelurahan Badak Bejuang, Kecamatan Tebingtinggi Kota, Kota Tebingtinggi tetap berjalan mulus tanpa tersentuh sedikitpun.

Yang sadisnya lagi, permainan judi game itu hanya berjarak tidak lebih dari 1 Km dari ruang kerja mantan penyidik di Mabes Polri , dan tak mampu untuk ditutup, apalagi ditangkap para penggelolanya, dan bagaimana bisa dijadikan terdakwa untuk diadili.

Sumber diperoleh, permainan judi tebak gambar dilokasi rumah toko (ruko) disebut-sebut milik seorang warga yang diketahui dari etnis Tionghoa bernama Akang. Di dalam ruko itu  terdapat beberapa unit mesin permainan yang bergambar beberapa jenis binatang dan lebih dikenal Shooting Fish (tembak ikan).

Sementara itu, pemilik permainanjudi game itu disebut-sebut juga orang dekat pimpinan Poldasu, warga keturunan Tionghoa bernama Aseng Naga atau lebih popular dipanggil Aseng Kayu warga, Taman Bengawan Indah (TBI), Kelurahan Badak Bejuang, kecamatan Tebingtinggi Kota dan  warga Bandarsono  Kota Tebingtinggi.

Disebutkan sumber, memang ada tertera beberapa izin yang ditempelkan di dinding bagian dalam, namun izin tersebut merupakan foto copy saja,” jelas sumber yang tidak mau disebutkan namanya.

“Para pemain yang datang ke lokasi tersebut sebahagian besar didominasi warga keturunan dari etnis Tionghoa, sementara dari kalangan pribumi hanya sebahagian kecil saja dan berduit. Permainan judi dengan bernuansakan permainan game dengan tampilan beberapa hewan, seperti ikan tersebut merupakan kamuflase saja,” terang sumber.

Apabila gambar tersebut kena ditembak, maka pemain mendapat hadiah sesuai dengan besar kecilnya hadiah. Apabila pemain menghentikan permainan (cancel)  tersebut, maka dapat memanggil pengawas yang diketahui bernama Acin untuk menukarkan dengan uang tunai dan menunjukkan coin yang tertera di dinding mesin. “Arena tersebut dibuka setiap hari bahkan hari libur/besar  mulai pukul 09.00 Wib hingga 23.00 Wib”, beber  sumber.

Oleh sebab itu,ditempat terpisah, Ketua DPD Pembela Kesatuan Tanah Air-Indonesia Bersatu Tebingtinggi (PEKAT-IB), Taufik Pardamean Sipayung pada wartawan,rabu (10/8) mengaku   sangat menyesalkan sikap Kapolres Tebingtinggi dengan mengeluarkan komitmen dihadapan wartawan untuk memberantas perjudian ternyata hanya “lips service” saja tanpa ada kenyataan di lapangan.

Oleh sebab itu, bila Polri tidak dapat menangkap para pelaku dan pemilik judi game,sebaiknya  Pemerintah Kota Tebingtinggi (Pemko) melalui instansi terkait yakni Satuan Polisi Pamong Praja (SatPol-PP) sebagai pengawal dan penegak peraturan walikota (Perwa) maupun peraturan daerah (Perda) segera melakukan penindakan terhadap lokasi tersebut,bukan turut tutup mata seperti sekarang ini," kesalnya.

Penulis: ver. Editor: ebp.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!