HETANEWS

Program Karya Bhakti akan Rehabilitasi Rumah Ibadah di Tanjungbalai

Pangdam I/BB, Mayjen TNI Lodewyk Pusung bersama Wakapoldasu, Brigjen Pol Adi Prawoto, Wali Kota Tanjungbalai, M Syahrial dan rombongan saar meninjau salah satu rumah ibadah umat Budha. (foto : Deni Tambunan)

Tanjungbalai, hetanews.com - Sebanyak 15 unit rumah ibadah termasuk yayasan sosial kemalangan dan 2 rumah warga etnis Tionghoa korban kerusuhan berbau suku agama dan ras (SARA) akan direhabilitasi.

Ini melalui dalam kegiatan karya bhakti TNI/Polri, Pemko Tanjungbalai dan organisasi masyarakat (ormas). Kegiatan bersama itu akan berlangsung hingga Minggu (4/9/2016) mendatang.

Hal itu dikemukakan Pangdam I/Bukit Barisan, Mayjen TNI Lodewyk Pusung saat memimpin upacara pembukaan karya bhakti TNI/Polri, pemko dan ormasi, bertempat di Lapangan Sultan Abdul Jalil, Tanjungbalai, Sabtu (6/8/2016).

Dalam sambutannya, Lodewyk mengatakan, bahwa karya bhakti itu ditujukan untuk membantu mempercepat umat agama Buddha dapat beribadah kembali seperti sediakala pasca  kerusuhan yang terjadi pada Jumat (27/7/2016) lalu.

"Setelah ini berakhir, saya harap peristiwa berbau SARA ini tidak pernah terjadi lagi di Tanjungbalai, maupun di kota- kota lainnya,” ujar Pangdam.

Dia menyebutkan, bahwa konflik yang terjadi akibat kurang saling menghargai tersebut sangat memalukan. Selain tidak hanya merusak fisik rumah ibadah, tapi juga mencederai nilai-nilai agama dan menghancurkan kerukunan umat beragama yang telah dibangun selama bertahun-tahun.

"Ayo mari kita tunjukkan kepada dunia bahwa Tanjungbalai tidak seperti apa yang mereka bayangkan. Mari kita menatap masa depan yang lebih baik lagi,” papar Lodewyk.

Pantauan hetanews, upacara pembukaan karya bhakti tersebut berjalan dengan hikmad. Upacara dirangkai dengan acara penyerahan peralatan berupa cangkul dan sekop secara simbolis.

Dalam pelaksanaan upacara turut hadir Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial, Waka Poldasu Brigjen Pol Adi Prawoto, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tanjungbalai Ester P Sibuea, Kapolres tanjung balai AKBP Ayep Wahyu Gunawan.

Selain itu, upacara juga diikuti oleh Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sumatera Utara (Sumut) Maratua Simanjuntak dan masyarakat.

Usai upacara, Maratua menyebutkan, bahwa perbaikan rumah ibadah itu  hendaknya dibarengi dengan perbaikan sikap dan mental masyarakat Tanjungbalai.

Menurutnya, masyarakat harus mampu menjaga kerukunan umat beragama dan tidak mudah memprovokasi atau diprovokasi. "Apalagi tokoh masyarakat. Harus bisa meredam segala persoalan yang menyangkut konflik horizontal ditengah masyarakat," ujarnya.

Lanjutnya Pemko Tanjungbalai harus bisa mencari solusi untuk meningkatkan perekonomian di daerah itu. Maratua menuturkan, ekonomi dan  kesenjangannya social merupakan persoalan masyarakat yang sesungguhnya.

Penulis: deni. Editor: aan.