Siantar, hetanews.com - Salah seorang warga yang ikut rumahnya dilalap sijago merah mengaku mengetahui awal peristiwa kebakaran dari lemparan benda ke arah rumahnya. Lemparan itu membuat mereka sekeluarga bangun dari tidur.

"Saya taunya dari lemparan batu. Lalu saya dan suami bangunin anak-anak yang masih tidur," ungkap Pristiwati, salah satu korban kepada wartawan di lokasi kebakaran, Jumat (5/8/2016).

Wati akrab disapa merupakan istri dari Awie ini, menyebut memiliki 5 orang anak, satu diantaranya masih bayi. Mereka kemudian kabur keluar rumah menyelamatkan diri kerumah tetangga sekitar.

Menurutnya, api pertama kali muncul dari rumah yang dijadikan pabrik mie diketahui milik Pahe.

"Saat keluar rumah, saya sempat melihat asal api dari rumah ujung (pabrik mie)," ungkap ia yang tengah menggendong bayi serta 4 anak lainnya, ditanyai wartawan.

Ia mengaku tak bisa berbuat banyak saat peristiwa terjadi. Menurutnya, 3 unit lemari yang dapat diselamatkan dari amukan sijago merah. "Hanya satu kulkas dua lemari pakaian yang bisa diselamatkan," katanya.

Penyebab kebakaran yang menghanguskan sedikitnya 5 hunian warga, diduga akibat korsleting listrik dari salah rumah. Api dengan cepat menghanguskan hunian warga yang didominasi terbuat dari beroti (kayu).

Petugas pemadam kebakaran (damkar) Pemko Siantar maupun PT STTC berjibaku secara bergiliran memadamkan api. Selain itu, aparat kepolisian dan petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) juga turut mengamankan di lokasi kejadian.

Sebelumnya pabrik mie dan 5 unit rumah hangus terbakar di Jalan Mataram II, Kelurahan Melayu, Kecamatan Siantar Utara, Jumat (5/8/2016) sekira pukul 00.02 WIB. Hingga saat ini pihak Kepolisian masih menyelidiki penyebab kebakaran tersebut.