HETANEWS

Polres Tanjungbalai Tetapkan 17 Tersangka Perusakan dan Penjarahan

Kapolres Tanjungbalai AKBP Ayep Wahyu Gunawan. (foto : Heru Sihotang)

Tanjungbalai, hetanews,com - Polres Tanjungbalai tetapkan 17 orang tersangka terkait perusakan serta penjarahan rumah ibadah Budah seperti vihara, kelenteng dan yayasan sosial pada Jumat malam (29/7/2016) hingga Sabtu dini hari (30/7/2016).

Selasa (2/8/2016), Kapolres Tanjungbalai AKBP Ayep Wahyu Gunawan membenarkan pihaknya telah menetapkan 17 orang tersangka pelaku perusakan dan penjarahan.

Mereka adalah berinisial MH (19), warga Jalan MT Haryono Lingkungan V, Kecamatan Datuk Bandar Timur, HR (27) warga Pasar Baru Lingkungan IV Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Sei Tualang Raso, ZP (17) warga Selat Lancang Jalan MT Haryono Lingkungan II dan AR (27) warga Pasar Baru Kecamatan Sei Tualang Raso.

Selanjutnya, RU (22) warga Jalan Kartini, ZL (18 ) warga Jalan Sudirman Simpang M Nur, AS (17) warga Jalan Masjid Kapias, MRR (19) warga Jalan Tugu, MM (21), MR (16) AA (21) dan MIL (17), keempatnya warga Jalan Juanda.

Berikunya, AA (18) warga Jalan Sei Dua, FP (16), AP (18) dan MRM (17)   ketiganya warga Jalan Rambutan, serta MDF (21) warga Jalan Sudirman. Semua tersangka merupakan warga Kota Tanjungbalai.

Ayep menuturkan, 8 orang tersangka pelaku penjarahan dijerat pasal 363 KUHP. Sementara 9 orang pelaku perusakan dijerat  pasal 170 KUHP. Namun  5 orang tersangka yang masih dibawah umur diberikan diversi dengan peradilan anak.

Sejumlah mobi baracuda dan komando Brimob di Polres Tanjungbalai. (foto: Heru Sihotang)

Mengenai pelaku intelktual maupun provokator, Kapolres menuturkan, pihaknya masih melakukan pendalaman, pasalnya ada beragam peran di lapangan ataupun media. “Mengenai akun media sosial, sedang didalami tim Ceyber Polda Sumatera Utara (Poldasu) bersama Sat Reskrim Polres Tanjungbalai.

Sementara pemicu kejadian yakni pasangan suami istri (pasutri) Meliana (41) dan Atui (45) akan ditetapkan tersangka atau sudah diproses, menurut Kapolres masih sebagai terlapor.

“Pasca aksi perusakan rumah ibadah agama Budha, suasana telah kondusif. Untuk menciptakan rasa aman dan nyaman, kita masih diperbantukan tim Brimob Poldasu sejumlah 500 orang, ditambah 250 personil Polres Tanjungbalai yang ditempatkan di vihara, kelenteng dan yayasan sosial, baik yang dirusak maupun tidak. Namun pengamanan khusus di rumah ibadah,” ujarnya.

Penulis: heru. Editor: aan.