HETANEWS

Bos Lion Air soal delay parah: Kami mohon maaf ke pak menhub

konpers lion air. ©2015 merdeka.com/arie basuki

hetanews.com - Direktur Utama Lion Air Edward Sirait hari ini memenuhi panggilan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi terkait klarifikasi kasus keterlambatan atau delay penerbangan parah pada Minggu (31/7) lalu. Edward mengungkapkan bahwa dalam pertemuan itu pihaknya sudah meminta maaf ke Menhub Budi atas keterlambatan penerbangan yang kerap berulang.
 

"Kami mohon maaf, kami menyampaikan data dan informasi terkait kejadian tersebut ke pak menteri dan dirjen. Atas kejadian ini akan menjadi evaluasi buat kami melengkapi dengan data yang lain," ujarnya di Kementerian Perhubungan, Jakarta, Selasa (2/8).

Edward memastikan bahwa pihaknya telah memberikan kompensasi sesuai dengan hak penumpang dalam peraturan pemerintah soal keterlambatan penerbangan. "Penumpang kita serahkan langsung ditambah juga mereka selama di sana kita berikan yang menjadi hak mereka sesuai dengan aturan yang ada," tambah Edward.

Kementerian Perhubungan telah menerbitkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 89 tahun 2015 tentang Penanganan Keterlambatan Penerbangan (Delay Management) Pada Badan Usaha Angkutan Udara Niaga Berjadwal di Indonesia. Dalam peraturan tersebut, pemerintah mengatur kompensasi atau ganti rugi yang harus diberikan oleh maskapai apabila terjadi keterlambatan penerbangan.

Kepala Biro Pusat Komunikasi dan Informasi Kementerian Perhubungan, Hemi Pamuraharjo, memastikan aturan tersebut juga sudah sesuai dengan kebutuhan masyarakat akibat imbas dari keterlambatan penerbangan.

"Sepadan atau tidak peraturan itu sudah dibahas oleh YLKI, YLKI sudah punya reprenstatif konsumen jadi sepadan, peraturan ini dibuat oleh bersama YLKI," jelas Hemi.

sumber: merdeka.com

Editor: edo.