HETANEWS

Terkait Pungli SMPN 1 Bilah Hilir, Komite Sekolah, Kepsek dan Bendahara Beda Jawaban

Negerilama, hetanews.com- Terkait Pungli (Pungutan Liar) yang dilakukan pihak Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 pada saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) T.A 2016/2017 dan biaya perbaikan WC, antara komite sekolah, plt kepsek dan bendahara beda jawaban.

Pasalnya, komite sekolah Isman, saat dikonfirmasi wartawan melalui Handphonenya Senin (1/8/2016)  mengatakan kalau dirinya selaku ketua komite disekolah tersebut tidak pernah di undang oleh pihak sekolah untuk musyawarah terkait pengutipan yang dianggap memberatkan wali murid itu.

“Saya tidak pernah memusyawarahkan hal pengutipan terhadap siswa ajaran baru oleh pihak sekolah, dan saya tidak tahu menahu soal pengutipan tersebut,” terang Isman.

Plt Kepsek SMPN 1 Bilah Hilir Parluhutan Pulungan, saat dikonfirmasi pada hari yang sama (1/8/2016) membatah telah melakukan pengutipan uang untuk perbaikan WC sebesar Rp 5000 per siswa dan pengutipan uang Rp 200.000 per siswa bagi murid baru, walau sebelumnya ia mengatakan hal itu atas dasar kesepakatan dengan komite aekolah.

“Tidak benar itu, kalau pun ada tidak sebesarnya itu,” bantahnya.

Namun bendahara sekolah T Padang saat dikonfirmasi wartawan terkait pengutipan itu, Selasa (2/8) justru membenarkannya, yang tujuannya untuk membeli baju batik, baju olah raga dan atribut yang telah ditanggung oleh dana BOS (Biaya Operasional Sekolah).

Sebelumnya, beberapa wali murid mengaku sangat keberatan dengan kebijakan yang diciptakan pihak sekolah tersebut, namun apa mau dikata, mereka hanya bisa pasrah asalkan anaknya dapat menimba ilmu di sekolah tersebut.

Penulis: bs. Editor: des.