HETANEWS

Strategi Penyelamatan Kredit Macet

Mangatur Nainggolan, S.E., S.H.

Catatan: Mangatur Nainggolan, S.E., S.H.

Jakarta, hetanews.com- Strategi penyelamatan kredit bermasalah diperlukan sebagai upaya untuk meminimalisir kerugian yang timbul. Penanganan kredit bermasalah di bank akan dilakukan oleh unit khusus yang dibentuk khusus secara terpisah dari unit penanganan kredit yang tidak bermasalah (Performing Loan).

PENGELOLAAN KREDIT BERMASALAH

Untuk menentukan apakah penanganan kredit bermasalah akan dijalankan melalui menyelesaikan atau menyelamatkan kredit, bank akan melihat 2 (dua) faktor dari kondisi debitur yaitu apakah Debitur tersebut masih potensial/non potensial dan apakah debitur tersebut kooperatif atau non kooperatif.

PENYELAMATAN KREDIT BERMASALAH

Definisi

Upaya yang dilakukan didalam pengelolaan kredit bermasalah yang masih mempunyai prospek di dalam usahanya untuk meminimalkan kerugian yang timbul.

Persyaratan

Debitur masih potensial dan kooperatif

STRATEGI PENYELAMATAN KREDIT BERMASALAH

Rekstrukturisasi Kredit

Restrukturisasi kredit adalah upaya perbaikan yang dilakukan Bank dalam kegiatan perkreditan terhadap Debitur yang mengalami kesulitan untuk memenuhi kewajibannya.

Keputusan restrukturisasi kredit harus dilakukan oleh pihak atau pejabat yang lebih tinggi dari pihak atau pejabat yang memutuskan pemberian kredit.

Bank hanya dapat melakukan restrukturisasi kredit terhadap debitur yang memenuhi kriteria sebagai berikut:

  1. Debitur mengalami kesulitan pembayaran pokok dan/atau bunga kredit; dan
  2. Debitur masih memiliki prospek usaha yang baik dan dinilai mampu memenuhi kewajiban setelah kredit direstrukturisasi

Bank dilarang melakukan resturukturisasi kredit dengan tujuan hanya untuk:

  1. Memperbaiki kualitas kredit; atau
  2. Menghindari peningkatan pembentukan PPA.

Berikut ini adalah kategori dari cara-cara melakukan restrukturisasi kredit:

1. Penjadwalan Kembali (Rescheduling)

Strategi atau langkah penyelamatan kredit dengan melakukan perubahan jangka waktu pelunasan, jumlah setoran pelunasan, dan/atau pembayaran bunga

 2. Persyaratan Kembali (Reconditioning)

Strategi atau langkah penyelamatan kredit dengan melakukan perubahan syarat-syarat kredit atau persyaratan baru, seperti:

  • Penundaaan pembayaran bunga sampai waktu tertent
  • Penurunan suku bunga
  • Pembebasan bunga dan atau sebagian pokok, dll

 3. Penataan kembali (Recapitalizing atau Restructuring)

Merupakan tindakan Bank kepada nasabah dengan cara menambah modal usaha nasabah dengan pertimbangan nasabah memang membutuhkan tambahan dana untuk usaha yang dibiayai untuk menghasilkan tingkat arus kas (cash flow) yang diinginkan di masa depan. Biasanya usaha yang ditambah modal ini masih sangat layak namun terhenti karena kekurangan modal usaha.

Penjualan aset jaminan maupun non jaminan (non produktif)

Penjualan aset jaminan/non jaminan secara sukarela (di bawah tangan) atau lelang untuk melunasi sebagian atau seluruh pinjaman.

Face Out

Penyelamatan kredit dengan mengalihkan/menjual hak tagih terhadap Debitur kepada Kreditur lain yang dalam hal ini umumnya adalah Bank atau perusahaan finansial lain yang kegiatan usahanya adalah mengelola kredit.

PSB (Penyertaan Sementara Bank)

Penyertaan Sementara Bank (PSB) adalah penyertaan modal oleh Bank pada perusahaan ebitur untuk mengatasi kegagalan kredit (debt to equity swap), termasuk penanaman dalam bentuk surat utang konversi wajib (mandatory convertible bonds) dengan opsi saham (equity options) atau jenis transaksi tertentu yang berakibat Bank memiliki atau akan memiliki saham pada perusahaan tertentu.

Strategi penyertaan modal sementara hanya dapat dilakukan untuk kredit yang memiliki kolektibilitas 3 (tiga)-­‐5 (lima).

Pengelolaan Aset

Bank diberikan hak oleh Debitur untuk mengelola aset jaminan atau aset lain yang diserahkan oleh Debitur dimana hasil dari pengelolaan aset tersebut menjadi sumber pembayaran hutang kepada Bank.

Debt to Asset Swap

Debt to Asset Swap adalah hutang Debitur dibayar atau dilunasi dengan penukaran atau pemberian aset tertentu.

Debt to Convertible Bond Swap

Debt to Convertible Bond Swap adalah hutang Debitur dibayar atau dilunasi dengan penukaran atau penerbitan suatu jenis obligasi yang dapat dikonversikan menjadi saham dari perusahaan penerbit obligasi dan biasanya pada rasio pertukaran yang sudah ditentukan terlebih dahulu pada saat penerbitan obligasi tersebut.

Ini merupakan security hibrida yaitu suatu sekuriti yang terdiri dari 2 (dua) unsur yaitu utang dan ekuitas. Biasanya suku bunga kupon yang rendah karena pemegang security telah menerima kompensasi berupa kesempatan untuk mengkonversikan obligasinya.

Perjanjian Penyelesaian Hutang (PPH)

Perjanjian yang dibuat antara ebitur dengan Bank yang menyatakan hutang ebitur akan diselesaikan dengan melakukan sejumlah pembayaran/penyerahan aset yang telah disepakati antara Debitur dan Bank.

Penggabungan Strategi

Merupakan kombinasi dari beberapa strategi penyelamatan kredit bermasalah di atas.

Penulis: des. Editor: des.