HETANEWS

Petugas Bea dan Cukai Tanjungbalai Tangkap Pembawa Sabu dari Malaysia

Kepala Bea dan Cukai Tanjungbalai Fauzi Fuad, (kanan) didampingi personel TNI AL dan TNI AD saat pemaparan kasus menghadirkan tersangka MR dan barang bukti 318 gram sabu - sabu. (foto : Heru Sihotang).

Tanjungbalai, hetanews.com - Kembali Pelabuhan Teluk Nibung di Kota Tanjungbalai menjadi pintu masuk barang haram jenis sabu pada Kamis malam (28/7/2016).

Petugas Bea dan Cukai Teluk Nibung berhasil menggagalkan masuknya narkoba melalui salah seorang penumpang kapal ferry dari Port Klang Malaysia tujuan Tanjungbalai berinisial MR (25) warga Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Dari tangan pelaku, petugas menemukan sabu - sabu seberat 318 gram.

Kepala Bea dan Cukai Tanjungbalai, Fuad Fauzi mengungkapkan, terbongkarnya kasus penyalahgunaan narkotika itu diketahui petugas ketika sebuah kardus melewati mesin X ray, pendeteksi barang barang bawaan penumpang.

"Dari layar monitor, petugas melihat gambar seperti serbuk yang terdapat pada bagian dinding dinding kardus. Merasa curiga, petugas mengamankan kardus dan melakukan pemeriksaan," sebut Fauzi, Jumat (29/7/2016).

Setelah diperiksa, petugas menemukan pakaian dan serbuk putih berbentuk kristal dalam enam kemasan yang diketahui mengandung methamphetamine sesuai hasil pengujian.

"Untuk mengelabui petugas, tersangka menempelkan 6 kemasan sabu ke dalam lapisan dinding kardus. Syukur lah, petugas kita jeli melihatnya," ujar Fauzi.

Dia mengatakan, pihaknya langsung mengamankan tersangka. Proses hukum selanjutnya, tersangka akan diserahkan ke Satuan Narkoba Polres Tanjungbalai untuk menjalani penyelidikan lebih lanjut.

Sementara itu, tersangka MR mengaku, tidak mengetahui kalau di dalam kardus berisi sabu - sabu. Dia mengatakan, bahwa kardus tersebut dititipkan oleh seseorang yang akan diambil setelah sampai di Aceh.

"Saya gak tau kalau ada sabu - sabu di dalam kardus itu dan hanya dititipin. Kalau sudah sampai di rumah, nanti akan ada yang mengambilnya," kata tersangka.

Meski tidak mengakui kalau barang haram tersebut bukan miliknya, namun tersangka mengaku pernah mengkonsumsi narkoba.
Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Undang - Undang (UU) Narkotika Nomor 35 Tahun 2009 dan UU Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan sebagaimana telah diubah sesuai UU Nomor 17 Tahun 2006, dengan ancaman hukuman seumur hidup.

Penulis: heru. Editor: aan.