HETANEWS

Karyawan Rumah Makan Cabuli Gadis 16 Tahun

Ramadani, pelaku pencabulan. (foto : Tumpal Tanjung)

Siantar, hetanews.com - Ramadani (26) terpaksa harus 'menginap' di balik jeruji besi. Warga Huta III Tetap Rejo, Kelurahan Totap Majawa, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun nekat 'merobek' selaput dara gadis 16 tahun bernama Intan (samaran).

Bahkan, hubungan terlarang diketahui sudah sebanyak 4 kali dilakukan pelaku terhadap korban. Belakangan, korban yang tinggal sekaligus bekerja di Jalan Cokro Jalan Cokroaminoto, Kelurahan Pahlawan, Kecamatan Siantar Timur.

DS, majikan Intan bekerja sebagai baby sitter menyebutkan, kasus pencabulan terungkap pasca pengakuan Intan kepada isterinya Rini. Mereka kemudian memanggil pelaku dan mencoba menanyai kebenaran pengakuan Intan.

"Si Intan ini kerja di rumah saya. Baru sekitar 2 bulan. Sama isteri saya, Intan cerita sudah hubungan badan dengan pelaku. Pas kami tanyai pelaku mengakuinya," ujar DS dihubungi dari telepon seluler yang juga sebagai saksi kasus tersebut.

Lalu DS kemudian memanggil orangtua Intan, Legiman yang tinggal di Kecamatan Siantar Martoba, untuk datang ke rumahnya. "Kamis (28/7/2016) kami panggil pelaku. Disitu juga kami panggil orangtua si Intan. Malamnya kamo dan keluarga Intan mengadu ke Polres Siantar serta menyerahkan pelaku," katanya, Kamis (29/7/2016).

Menurut DS, sesuai pengakuan Intan kepada mereka, hubungan terlarang itu pertama kali dilakukan di daerah Tanjung Pinggir, Kecamatan Siantar Martoba pada 16 Mei 2016. Sedangkan, 3 kali berikutnya dilakukan ditempat kerja pelaku diwarung makan Rambung Merah.

"Pengakuan Intan mereka sudah pacaran selama 3 bulan, sebelum kerja sama saya mereka sudah pacaran. Kalau si pelaku ini rumahnya di Tanah Jawa, kerja sekalian tinggal di rumah makan itu," jelasnya.

Sementara itu, Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) PolrestaSiantar, Aiptu Malon Siagian mengatakan, terhadap korban telah dilakukan visum untuk sebagai alat bukti. "Pelaku sudah kita tahan, kasusnya masih kami dalami," sebut Marlon.

Penulis: bt. Editor: aan.