Siantar, hetanews.com - Kemarin, Kamis (29/07/2016), dua sekolah yang diduga Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Swasta Persiapan dan SMK Swasta GKPS 2 Siantar, terlibat tawuran. Beruntung, tawuran ini tidak sempat terjadi karena pihak Polres Siantar berpatroli di lokasi di sekitaran GOR dan SMPN 1 Siantar, Jalan Merdeka.

(Baca juga:http://www.hetanews.com/article/60706/polisi-bubarkan-tawuran-pelajar-smk-persiapan-dan-smk-gkps-siantar )

Ketika awak media ini mendatangi kedua pihak sekolah yang bersangkutan, mereka telah mengantisipasi agar hal seperti itu tidak terjadi lagi dengan cara menurunkan guru-guru ke beberapa titik lokasi.

"Memang ada kita dengar kemarin itu hampir tawuran. Ada beberapa yang kita kenai hukuman semalam itu. Tapi, kita sudah mencoba antisipasi dengan menurunkan beberapa guru ke lokasi rawan terjadi tawuran seperti di Taman Makam Pahlawan (TMP), Ramayana, Pasar Horas dan sekitar Jalan Sutomo-Merdeka lainnya," ujar JH Purba, Wakil Kepala Sekolah SMK GKPS 2 ketika ditemui, Jumat (29/07/2016).

Ditanya apakah penyebab hingga hampir terjadi tawuran tersebut, ia menjelaskan belum mengetahuinya. "Belum tahu saya apa penyebabnya. Tapi kami dapati informasinya, yang sudah Drop Out (DO) itu jadi provokator. Mereka sudah tidak sekolah disini lagi, tapi bawa-bawa sekolah (SMK GKPS) ini," katanya.

Purba juga menambahkan, pihaknya sering mendapat informasi dari siswa mereka yang tidak mau terlibat dan berkoordinasi dengan alumni sekolah mereka yang telah menjadi personil kepolisian.

"Ada anak-anak yang baik itu yang mau bilang kelas ini mau ribut. Juga dari ada alumni kita yang sudah jadi polisi, kita berkoordinasi. Dengan SMK Persiapan juga kita berkoordinasi agar tidak terjadi tawuran," sebutnya.

Sementara itu, Edwin TH Simanjuntak, Kepala Sekolah SMK Swasta Persiapan Siantar belum mendapati anak-anak didiknya yang hampir saja terlibat tawuran kemarin. "Kita sudah tanyai siswa-siswa itu, tidak ada yang mengaku ada ikut mau tawuran itu," ujarnya melalui seluler kepada hetanews.

Tetapi begitupun, ia menyayangkan karena sekolahnya dibawa-bawa tawuran itu. "Kok berani-beraninya bilang itu sekolah (SMK) Persiapan?. Kan belum tentu. Kami tanyai pun, tidak ada yang ngaku-ngaku," tanyanya seraya awak media ini menjelaskan mendapat informasi dilapangan serta maksud adalah untuk mengkonfirmasi ke sekolah yang bersangkutan.

"Kita juga berkoordinasi dengan pihak SMK GKPS 2 Siantar. Kita juga sudah antisipasi. Kita buat tadi razia sekalian menanyai siswa itu. Terus, kita juga turunkan guru-guru ke lapangan untuk mengantisipasi," tutupnya.