HETANEWS

Lagi, Bamus LPj APBD 2015 Diskors

Rapat Banmus DPRD Siantar yang batal dilaksanakan. (Foto : Tommy Simanjuntak)

Siantar, hetanews.com - Rapat Badan Musyawarah (Bamus) DPRD Kota Siantar untuk membahas Laporan Pertanggung Jawaban (LPj) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD)  2015, Kamis (28/7/2016), kembali diskors, setelah dua kali sempat batal.

Kali ini, rapat Bamus tersebut batal disebabkan tidak adanya Sekretaris Dewan (Sekwan) Mahadin Sitanggang dalam rapat tersebut, padahal sebelumnya dua kali rapat tertunda karena tidak kuorumnya rapat.

Sebelum rapat dimulai, Ketua DPRD Kota Siantar Eliakim Simanjuntak menanyakan anggota DPRD Kota Siantar terkait tidak adanya Sekwan. "Bagaimana dengan rapat kita ini, karena Sekwan tidak hadir padahal dalam PP 16 rapat DPRD itu difasilitasi oleh sekretariat Daerah," katanya.

Salah seorang anggota DPRD Umar Silalahi, mengeluhkan soal lamanya draft LPj APBD diberikan kepada anggota DPRD. "Koreksi sedikit ketua, kemarin kan tanggal 24 juni berkas itu sudah diberikan kepada Sekretariat, tetapi kenapa undangan untuk Banmus 25 july berarti sudah dipendam sebulan, entah sudah masak atau belom, engga tahu kita," sebut Umar.

Namun, Eliakim mengatakan, draft tersebut dapat diberikan setelah putusan Banmus. "Kita juga harus hitung ada hari kerja, hari kerja itu yang dihitung, mana tidak kita bahas laporan itu, bukan seperti yang dibilang bapak itu, tunggu ada keputusan banmus baru kita sepakati memberikan draf LPj itu," jawabnya.

Hal itu disela oleh beberapa anggota DPRD, karena rapat belum dibuka oleh Eliakim. Kemudian, Eliakim membuka rapat dan menanyakan apakah rapat akan dilanjutkan kepada 8 orang anggota DPRD yang hadir yakni Frengky Boy Saragih, Farida Damanik, Umar Silalahi, Kiswandi, Hendri Dunan, Boy Paradi Purba, dan satu orang pimpinan DPRD Timbul Lingga. 

Hendri Dunan, kemudian menanyakan apakah Sekwan tidak mendelegasikan kepada bawahannya dan dijawab Eliakim tidak dilakukan. "Saya juga tidak tahu sekwan ada dimana, dan tidak ada delegasinya kepada bawahannya. Malah semua Kabag-Kabag juga tidak ada, hanya ada Kabag Hukum disini. Itupun tidak didelegasikan, apakah perlu kita lanjutkan rapat ini," ucapnya.

Farida Damanik pun menanyakan apakah rapat akan dilanjutkan menunggu hadirnya sekwan. "Jadi nunggu-nunggu sekwannya kita," sebutnya.

Sedangkan, Frengky Saragih mengatakan, rapat DPRD dapat dijalankan jika kuorum dan rapat ini sudah kuorum sehingga bisa dilaksanakan. “Rapat inikan untuk jalan tidaknya harus korum, apa tidak ada solusi lainnya? " tanyanya.

Karena keputusan dan solusi lainnya, akhirnya rapatpun di skors kembali tanpa batas waktu yang tidak ditentukan.  

Penulis: tom. Editor: des.