HETANEWS

16 Jaksa dan 19 Staf, Kejari Tanjungbalai Disebut Mampu Tangani Perkara

Kajari Tanjungbalai Esther P Sibuea bersama unsur FKPDdalam Hari Bhakti Adhyaksa ke 56Kajari Tanjungbalai Esther P Sibuea bersama unsur FKPDdalam Hari Bhakti Adhyaksa ke 56. (foto : Heru Sihotang)

Tanjungbalai, hetanews.ccom - Di Hari Bhakti Adhyaksa (HBA) ke 56, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tanjungbalai, Esther P Sibuea membeberkan keberhasilan kinerja jajarannya kepada para undangan, Jumat (22/7/2016).

Bertempat di halaman Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungbalai, Esther mengatakan, bahwa dari mulai Januari hingga Juli, pihaknya telah menerima Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) sebanyak 324 perkara. Dari jumlah itu, sebanyak 321 perkara sedang dalam tahap penuntutan. Lalu  sebanyak 19 perkara sedang dalam tahap upaya hukum.

"Untuk kasus narkotika, ada 6 tersangka yang kita tuntut vonis hukuman mati yang  dikabulkan majelis hakim, namun dalam tahap Kasasi. Kalau yang divonis seumur hidup, ada 3 tersangka,” ujarnya.

Sementara itu tindak pidana khusus,  Kejari Tanjungbalai sedang menangani 8 perkara kepabeanan, 6 perkara korupsi dan perkara cukai sebanyak 1 perkara.

Lanjut Esther, sebagai salah satu  penanggung jawab dalam melakukan penuntutan semua pelanggar hukum di wilayah kerjanya,agar  menegakan  hukum tidak hanya serius menangani segala perkara tindak pidana, baik tindak pidana umum, pidana khusus maupun perdata saja.

Melalui bidang intelijen Kejari Tanjungbalai telah melakukan penerangan hukum kepada sekolah sekolah, sosialisasi Tim Pengawalan Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (T4PD) kepada Pemko Tanjungbalai, serat m pengawasan orang asing juga  melaksanakan koordinasi kepada masyarakat.

"Artinya dengan hanya memiliki jumlah 16 jaksa dan 19 staf tata usaha, Kejari Tanjungbalai mampu untuk  menangani perkara sesuai dengan ketentuan," ujarnya.

Sementara itu  Wakil Wali Kota Tanjungbalai, Ismail yang mendengar pidato Kajari, memberikan pujian terhadap kinerja Kejari Tanjungbalai. Meski memiliki keterbatasan jumlah jaksa tetapi berhasil membawa Kejari Tanjungbalai menangani perkara dengan baik.

"Secara kuantitas, kejahatan meningkat, khususnya kasus narkoba. Tetapi, Kejari Tanjungbalai dapat menyelesaikan perkara dengan memberikan tuntutan sesuai dengan baik," sebut mantan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Asahan ini.

Ketua DPRD Kota Tanjungbalai, Bambang Hariyanto meminta kepada Kejari setempat supaya tidak hanya mampu menyelesaikan perkara saja. Menurutnya, jaksa harus cermat menyidik perkara, sehingga tuntutan yang diberikan kepada terdakwa sesuai dengan pasal pasal yang dilanggar agar menimbulkan efek jera . "Jadi esensinya tidak hanya penyelesaian perkara saja, tapi sesuai dengan fakta hukum dan keadilan,” tandas politisi Partai Golkar tersebut.

Acara HBA ke 56 yang dilaksanakan ini dihadiri  Dandim 0208/Asahan Letkol Enjang, Kepala Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK), AKBP Saharuddin Bangko, Kapolres AKBP Ayep Wahyu Gunawan, unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) dan elemen masyarakat.

 

Penulis: heru. Editor: aan.