Humbahas, hetanews. com - Empat unit mobil puskesmas keliling merk Ford 4 x 4 6 speed yang dianggarkan tahun 2016 dari Dana Alokasi Kusus (DAK) senilai Rp 1,8 milliar (Rp 450 juta per unit) tiba di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Kamis (21/7/2016) sekira pukul 05.00 WIB.

Tulisan mobil justru yang menjadi bahan pembicaraan. Karena dua unit dari ke empat mobil tersebut salah menyebutkan nama kecamatan yakni, Kecamatan Lintong Nihuta dan Pollung. Yang tertulis di mobil tersebut menjadi Kecamatan Sigompul dan Hutapaung.

Sementara nama kecamatan yang harusnya tertulis di mobil itu adalah nama desa,yakni Desa Sigompul, Kecamatan Lintong Nihuta dan Desa Hutapaung, Kecamatan Polung.

Pejabat Pembuat Komitmen ( PPK ) Teopulus Aritonang ketika ditanya tentang kontrak kedua belah pihak yakni Dinas Kesehatan (Dinkes) dan perusahaan, menurutnya itu adalah rahasia. “Gak bisa, itu rahasia,” ujarnya.

Ditanya tentang stiker yang salah menulis alamat kecamatan dan siapa membelanjakan serta turun langsung ke perusahaan untuk membelanjakan, Aritonang  pun mengatakan tak turun dan masalah stiker itu bisanya diperbaiki.

“Kalau yang langsung turun ke perusahaan, kita gak turun. Penyedianya aja gak pernah saya jumpain, karena ini seperti belanja online,” tukasnya sambil mencontohkan cara belanja online.

Menurutnya, ada tersedia berapa harganya dan lansung dijadikan. “Gak main nego - nego, karena itu berbahaya. Kalau masalah stiker mobil puskesmas keliling itu masih bisa diperbaiki dan gak masalah,” tambahnya.

Disinggung masalah harga mobil puskesmas tersebut dirinya pun tidak menuturkan berapa harga tertentu. “Masalah harga, setau saya hampir Rp 400 ratus per unit ,” ujarnya sambil meninggalkan wartawan

Pihak Inspektorat Pemkab Humbahas, Josua Sinaga selaku Kasi Pengawas Pemerintah Bidang Bangunan Irban Wil III, menerangkan  tidak bisa langsung membeli ambulance dan wajibnya mobil pick up.

“Seperti mobil pick up maka dirombak lah. Kami lihatlah dulu nanti dari surat pesanan itu sesuai hasil pemeriksaan. Artinya lengkap sesuai kontrak,” ujar Josua.

Ditanya kembali masalah hasil pemeriksaan terhadap mobil puskesmas, Josua mengatakan, total harganya Rp 1 milliar. “Lengkap,sesuai dengan kontrak dan masalah harga totalnya Rp 1 milliar atau Rp 250 juta per unit,” paparnya.

Kepala Bidang (Kabid) Anggaran, Maradu Napitu ditanya harga keempat mobil itu, Puskesmas Pollung, Puskesmas Lintong Nihuta, Puskesmas Baktiraja dan Puskesmas Paranginan, dirinya tidak bisa mengelak.

“Anggaran belanja mobil puskesmas itu dari DAK pusat dan kalau masalah harganya Rp 450 juta  per unit dan kalau ditotalkan menjadi Rp 1,8 milliar,” tukas Maraud.

Disinggung harga yang dibeberkan Josua jika totalnya Rp 1 milliar, Maradu pun kebingungan dan merasa itu terlalu murah. “Itu sudah sangat murah, masa mobil Ford 4 x 4 6 speed tahun 2016 segitu murahnya,” sebut Maradu.