HETANEWS

Soroti SMAN Jual Seragam, Kabid Dikmen Justru Salahkan Wartawan

Kabid Dikmen, Tolopan Doloksaribu.

Siantar, hetanews.com - Beberapa Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) di Kota Siantar diduga melakukan jual beli seragam sekolah kepada siswa-siswi baru yang lulus seleksi untuk Tahun Ajaran (TA) 2016-2017.

Adapun sekolah yang seakan "memaksakan" agar siswa/i tersebut membeli seragam sekolah yakni seperti SMAN 1 Siantar yang terletak di Jalan Parsoburan, SMAN 2 Siantar Jalan Patuan Anggi dan SMAN 3 Siantar Jalan Pane.

Sekolah ini tidak sungkan-sungkan langsung memampangkan biaya-biaya pembelian seragam sekolah untuk dibayar siswa/i baru yang berkisar antara Rp 500 - 700 ribu.

Ketika dikonfirmasi, Dinas Pendidikan dan Pengajaran (Disdikjar) Siantar melalui Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Menengah (Dikmen), Tolopan Dolok Saribu mengatakan kalau mereka sebelumnya telah melarang sekolah untuk menjual seragam sekolah.

"Kita sudah pernah kumpulkan semua kepala sekolah (kepsek) untuk tidak menjual seragam sekolah ke siswa-siswinya. Berarti ini mereka sudah melanggar aturan itu," ujarnya ketika ditemui, Rabu (13/07/2016).

Ketika ditanyakan apakah ada sanksi, ia menyebutkan sanksi itu hanya akan dikenakan kepada sekolah. Padahal, kalau diketahui, bahwa apabila ada sekolah yang melanggar aturan, berarti Disdikjar Siantar "dijebol" oleh sekolah itu.

"Hanya sekolah itu lah nanti yang dikenai sanksi kalau memang menjual seragam sekolah dengan paksaan. Kalau ada koperasi sekolah yang menjual, tapi jangan dipaksakan. Ini salah dari sekolah," tambahnya.

Tolopan akan membicarakan hal tersebut kepada Resman Panjaitan, selaku Kepala Disdikjar Siantar. Namun, lanjut Tolopan kalau seakan-akan wartawan tidak perlu menyorot hal itu karena ada baiknya untuk keseragaman pakaian sekolah siswa-siswi.

"Semuanya kalian (wartawan) salahkan. Pakaian sekolah dijual agar seragam kalian soroti. Nanti kalau tidak seragam pakaiannya, ada yang celananya kuncup, kalian salahkan juga," kesal Tolopan.

Penulis: ndo. Editor: aan.