Siantar, hetanews.com - Seorang pria berinisial DDS (25), sepertinya ketiban sial. Pasalnya, niat untuk meregangkan otot-otot sendinya terpaksa harus ditunda. Itu terjadi lantaran sepeda motornya dibawa kabur LB (28), mengaku akan menjemput tukang kusuk.

Kejadian menimpa DDS bermula saat ia dan seorang temannya, Okto Hutagalung berboncengan menunggangi Honda Supra X nomor polisi (nopol) BK 2237 TAQ tiba di kos - kosan Erika One di Jalan Handayani, Kelurahan Bahkapul, Kecamatan Siantar Sitalasari, Kamis (7/7/2016).

"Pas kami sampe disitu si LB udah disitu, ditanya dia kami 'mau ngapain kalian?', mau kusuk kami bilang. Lalu kami di depan kos itu menunggu tukang kusuknya datang," ujar Okto dihubungi dari telepon seluler, Senin sore (11/7/2016).

Setelah itu, lanjut Okto, DDS warga Jalan Asahan, Kelurahan Siopat Suhu, Kecamatan Siantar dan LB terlibat percakapan. Sedangkan dirinya berkomunikasi melalui telepon seluler pada salah seorang temannyaS

"Dedi bilang alasannya si LB mengaku kerja di lokasi itu. Gak lama dia (LB) minjam sepeda motor si Dedi mau menjemput tukang kusuknya. Saat itu saya lagi teleponan bang, jaraknya gak dekat sama mereka," ujarnya.

Saat itu lah lanjut Okto, LB tak pulang sejak membawa sepeda motor warna hitam milik Dedi. "Sekira 1 jam kami tungguin gak datang-datang dia. Kami cariin ke rumahnya pun gak ada dia," kata Okto dan menambahkan LB tinggal di Kampung Karo, Kelurahan Karo, Kecamatan Siantar Selatan.

Hingga dua hari kedepan, kendaraan roda dua itu tak kunjung ditemukan meski mereka sudah melakukan pencarian. "Hari Minggu (10/7/2016) baru dilaporkan bang, karena gak dapat kami cari sepeda notornya," ungkap Okto.

Menurut Okto, LB merupakan seorang residivis kasus narkotika. "Informasi kami dapat dia (LB) pernah dipenjara kasus narkoba bang. Ada kawan yang pernah dipenjara sama dengan dia di lembaga permasyarakatan (lapas) kemaren," katanya.

Terpisah, DDS dihubungi tidak memberikan keterangan. "Nanti lah ya bang, saya lagi kerja ini," katanya dari seberang telepon.

Sementara itu, Kasubbag Humas Polresta Siantar AKP Isril Noer membenarkan pengaduan korban. Menurutnya, kasus merupakan tindak pidana penggelapan.

"Benar, pengaduan korban sudah kita diterima. Pelaku masih kita diselidiki untuk mengungkap kasusnya," kata Isril.