HETANEWS
CITIZEN JOURNALISM

Pengedar Upal Divonis 14 Bulan, Sesuai Pasal 245 KUHPidana Diancam 15 Tahun

Terdakwa Eko mengikuti persidangan dengang agenda pembacaan vonis majelis hakim. (foto : Bismar Siahaan)

Simalungun, hetanews.com  - Pengadilan Negeri (PN) Simalungun hanya memberikan hukuman selama 1 tahun 2 bulan penjara, terhadap pengedar uang palsu (upal), Kamis (30/6/2016). Sementara terdakwa Eko Satria yang terbukti melanggar pasal 245 KUHPidana seharusnya dihukum penjara selama 15 tahun.

Sesuai pasal 245 KUHPidana berbunyi ‘barang siapa dengan sengaja mengedarkan mata uang atau uang kertas yang dikeluarkan oleh negara atau bank sebagai mata uang atau uang kertas asli dan tidak palsu padahal ditiru atau dipalsu olehnya sendiri atau waktu diterima diketahuinya bahwa tidak asli atau palsu atau pun barang siapa menyimpan atau memasukkan ke indonesia, mata uang dan uang kerta yang demikian dengan maksud untuk mengedarkan atau menyuruh mengedarkan mata uang atau uang kertas itu sebagai asli dan tidak palsu diancam dengan pidana 15 tahun penjara’.

Sebelumnya terdakwa dituntut oleh Jaksa Penutut Umum (JPU) Augus Vernando Sinaga, bersama Jaksa Penggati Daniati, dengan hukuman ancaman dengan 1 tahun 8 bulan penjara.

Persidangan yang dipimpin majelis hakim Ketua Tiares Sirait, dengan hakim anggota Nova Riana dan Justiar Ronal, serta Panitera Pengganti Apolo Manurung, hanya memberikan hukuman 1 tahun 2 bulan pada terdakwa.

Baca: (Kasus Upal, JPU Hadirkan Saksi Ahli).

Penulis: res. Editor: aan.