HETANEWS

BNN Asahan Motivasi Anak Yatim agar Terhindar dari Narkoba

Kepala BNN Asahan, Tuangkus Alianja bersama pra staf dan anak yatim dari PA Muhammadiyah Kisaran. (foto : Heru Sihotang)

Asahan, hetanews.com - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Asahan, Tuangkus Alianja memotivasi puluhan anak yatim Panti Asuhan (PA) Muhammadiyah Kisaran supaya terhindar dari penyalahgunaan narkotika dalam acara buka puasa di halaman kantor BNN setempat, kemarin.

“Anak - anak jangan sekalipun mencoba mengonsumsi narkoba. Karena, sekali mencoba pasti bakal ketagihan. Dan kalau sudah ketagihan (kecanduan), maka akan sulit menyembuhkannya. Masa depan akan hancur. Tidak hanya kalian, tapi, keluarga bahkan bangsa juga akan hancur,” kata Tuangkus.

Meskipun anak - anak penghuni panti asuhan tidak memiliki orang tua ataupun hidup dalam kondisi kurang mampu, Tuangkus meminta supaya tidak menjadikan alasan untuk mengkonsumsi narkoba. "Saat ini mungkin kurang beruntung, tapi kedepan anak -anak sendiri yang menentukannya. Keberhasilan bukan dilihat dari keadaan sekarang, tapi karena tekad dan kemauan yang kuat untuk maju. Kalau mau cita - citanya tercapai, harus giat belajar dan jauhi narkoba,” paparnya.

Selain itu, Tuangkus juga menghimbau kepada masyarakat supaya turut serta dalam memberantas narkoba. Menurutnya, setiap orang harus memiliki rasa tanggung jawab untuk mengingatkan dan menasehati, jika menemui anak - anak yang merokok atau berbuat kesalahan lainnya.

“Pengguna narkoba pada usia remaja, awalnya dimulai dengan coba merokok karena terpengaruh kawan dan kemudian kecanduan. Karena itu, sebisa mungkin harus kita antisipasi sejak dini dengan menasihati, supaya tidak terjerumus dalam jeratan narkoba,” ujarnya.

Ustadz Irwansyah, dalam tausiyah nya mengatakan, bahwa pendidikan agama harus ditanamkan sejak dini kepada anak sebagai salah satu benteng agar terhindar dari perbuatan maksiat, seperti narkoba. "Karena, jika perintah agama terus dikerjakan, maka akan terhindar dari perbuatan maksiat,” sebut Irwansyah.

Dirinya berharap silaturrami dan berbagi rezeki hendaknya tidak dilakukan hanya dalam waktu tertentu seperti acara berbuka puasa bersama saja. Kegiatan hendaknya dilakukan secara rutin pada hari biasa sehingga masyarakat kurang mampu juga dapat merasakan kebahagiaan seperti yang dirasakan oleh keluarga mampu lainnya.

Acara berbuka puasa, selain dihadiri anak yatim, turut hadir para penggiat anti narkoba di Kisaran dan puluhan masyarakat lainnya. Acara dirangkai dengan pemberian tali asih kepada anak yatim.

Penulis: heru. Editor: aan.