HETANEWS.COM

Ada Sejarah Ular Raksasa Kejam Menjadi Batu di Humbahas

Bagian mulut dari ular raksasa yang mengeluarkan darah persis di belakang pria yang difoto. (foto : Akim Purba)

Humbahas, hetanews.com - Ternyata di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) ada sejarah tentang ular raksasa kejam yang memiliki tubuh sebesar tong drum dengan panjang sekitar  30 meter dan hingga saat ini belum terkuak di publik.

Sesuai pengakuan beberapa masyarakat sekitar, Idir Tinambunan (45) Lasro Nahampun (40) dan  H Tinambunan (47) yang mengetahui sedikit banyaknya menceritakan sejarah adanya ular raksasa di daerah Parlilitan - Tarabintang tersebut.

Ini ditandai adanya batu yang memiliki panjang sekitar 30 meter berbentuk bulat dan memiliki gigi panjang berada di Dusun Pardua-Duaan Desa Sihas Tonga, daerah perbatasan antara Parlilitan dengan Tarabintang.

Sejarah dari batu besar di sisi air terjun itu, menurut legenda dahulu kala ada sebuah ular besar memiliki kelakuan yang sangat kejam. Ular itu membuat warga sekitar resah karena kekejamanya. Ular yang sering memakan manusia ini melewati Jalan Pardua-Duaan ketika ingin melintas ke daerah Tarabintang.

Idir menceritakan, kematian ular raksasa tersebut karena adanya raja sakti yang diakui oleh warga sekitar. “Ada Raja Sigunja yang merupakan raja di daerah Pakkat, Parlilitan dan Tarabintang (Papatar) yang terkenal dan sakti dipercayai oleh warga. Sesuai cerita akan kesaktiannya, raja itu bisa menghilang dan dikagumi warga,” ujarnya, Selasa (28/6/2016).

Menurut cerita, 100 tahun lalu, putri Raja Sigunja menghilang sampai beberapa hari. Ini membuat raja beserta warga mencari kesana-kemari, namun tidak menemukan keberadaan putrinya.

Kala itu sang raja pun mencari terus sampai ke daerah perbatasan menuju Tarabintang. Ia pun bertemu dengan ular raksasa itu dan bertanya tentang keberadaan putrinya. Namun ular itu dengan sombongnya menjawab kalau dia tidak mau tau akan hal itu, sehingga muncullah kecurigaan sang raja jika putrinya hilang karena di makan sang ular.

Selanjutnya raja pun mengambil tombaknya dan sembari memuja (berdoa) selama tujuh hari tujuh malam meminta petunjuk bagaimana cara untuk membunuh ular raksasa tersebut. Ini karena dendamnya sang raja pada ular itu yang juga meresahkan warga sekitar.

Selesai martonggo (memuja) raja pun mendapat petunjuk bahwa tombaknya bisa membunuhnya dengan menusuk ke bagian kepala ular. Akhirnya sang raja berhasil membunuh ular tersebut.

Ternyata di lokasi peninggalan ular yang menjadi batu itu mengalir cairan warna merah sampai saat ini. Menurut warga sekitar, itu menjadi bukti sejarah ular raksasa tersebut dan di sekitaran lokasi terdapat dua gua yang merupakan tempat persemedian Raja Sigunja dahulu kala dan setiap sekali setahun di lokasi itu ayam selalu berkokok.

Idir, Lasro Nahampun dan  H Tinambunan menuturkan, beberapa bulan lalu mereka sudah pernah menceritakan atau memberitahu kepada Pemkab Humbahas mengenai sejarah batu itu.

“Kami sudah pernah beritahukan kepada Kepala Dinas (Kadis) Dinas Pariwisata (Dispar) Humbahas Nelson Sihombing agar diperbaiki akses jalan ke lokasi itu, namun malah mengarahkan agar  kami yang turun ke lapangan. Ini karena mereka (Dispar) mengaku takut,” sebut ketiganya.

Lokasi batu yang merupakan ular raksasa di daerah Papatar.(foto: Akim Purba)

Menurut mereka, sejarah mengenai ular raksasa itu belum pernah terungkap, sementara Dispar Humbahas tidak pernah meninjau lokasi, dengan alasan takut. Sementara masih banyak sejarah di daerah Papatar.

“Kalau sejarah ular raksasa ini memang nyata keberadaannya. Ini kami buktikan, seperti darah ular yang masih keluar dari tubuhnya hingga saat ini. Begitu juga giginya yang runcing. Terlihat seperti di foto di belakang pria itu adalah mulut dari ular tersebut dan darahnya,” sebut Idir.

Kadispar Humbahas, Nelson Sihombing yang coba dikonfrimasi mengenai sejarah ular tersebut, tidak ada di ruangannya. Menurut informasi, Nelson sedang di Muara Kabupaten Tapanuli Utara (Taput).

Penulis: akim. Editor: aan.

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!