HETANEWS.COM

Tak Hasilkan Solusi, Panja Parkir Hanya Ciptakan Keributan dan Teatrikal Politik

Daniel Manangkas Silalahi. (Foto : Lazuardy Fahmi)

Siantar, hetanews.com – Ditundanya sidang paripurna untuk mengambil rekomendasi tender parkir tepi jalan, Jumat (24/6/2016),  hingga batas waktu tidak ditentukan akibat tidak korum, membuat banyak spekulasi yang beredar.

Salah seorang pengamat pemerintahan, Direktur Eksekutif Study Otonomi dan Pembangunan Demokrasi (Sopo) Kristian Silitonga, menilai sejak awal permasalahan parkir hingga ditundanya paripurna hanya menimbulkan keributan dan teatrikal politik saja tanpa adanya solusi dari permasalahan tersebut.

Dikatakan, tahun 2014, ketika parkir di pihak ketigakan sudah mendapatkan masalah, namun DPRD dan Pemko Siantar tidak melakukan pengkajian ulang atas persoalan perpakiran di Kota Siantar.

"Saya rasa ada yang salah dengan kebijakan persoalan perparkiran Kota Siantar, karena dari tahun sebelumnya juga sudah ada masalah tetapi di tahun ini malah di pihak ketigakan lagi, ini yang disebut jatuh dilubang yang sama, tidak ada pengkajian ulang dari Pemko ataupun DPRD, kenapa parkir ini selalu menjadi masalah," sebutnya.

Kata Kristian, jika serius dalam menangani soal perparkiran ketika terjadi permasalahan di tahun sebelumnya, seharusnya DPRD meminta Pemko memihak untuk mengkaji ulang pokok masalah yang terjadi sebelum memihak ketigakan.

"Ini kan tidak dilakukan, mereka hanya melihat kasus yang terjadi sekarang, seperti sekarang tidak sesuai aturan. Lantas, bagaimana dengan kebijakan perparkiran kedepan, ini sebenarnya menjadi bahan pembahasannya.

Dan, sebelumnya mereka harus meminta kepada Pemko untuk menghentikan   pemberian parkir kepada pihak ketiga sampai ada pengkajian sistem apa yang akan dilakukan sehingga tidak menimbulkan masalah dikedapannya," ucapnya.

Kristian juga menyayangkan terbentuknya Panitia Kerja (Panja) DPRD Kota Siantar, yang dianggap hanya menghasilkan keributan saja. "Ini kenapa sampai dibentuk Panja, apakah memang ini merupakan suatu solusi? Yang saya  lihat Panja ini hanya menimbulkan keributan-keributan untuk suatu kepentingan sajanya ini," sesalnya.

Hal itu dapat terlihat kata Kristian, dengan tidak hadirnya anggota Panja di rapat Paripurna tersebut. "Kan lucu mereka yang meributi tetapi mereka yang tidak hadir dalam paripurna, kalau aku melihatnya ini sebuah teatrikal DPRD untuk mencari bargaining saja nya ini.

Apa coba solusinya kalau toh tahun depan di pihak ketigakan lagi, jadi tahun depan ribut lagi terus dibentuk lagi Panja, masih banyak lagi permasalahan lain di Siantar ini bukan hanya parkir saja," sebutnya.

Untuk itu, dia menilai pembentukan Panja sudah cacat bawaan. Sebab, DPRD tidak mengerti tugas dan fungsinya sebagai pengawas pemerintahan. "Wajar Pansus dan Panja hasilnya seperti ini karena dari awal juga sudah cacat bawaan, yang jadi pertanyaan apakah DPRD mengerti tugas dan fungsinya sebagai pengawas kebijakan pemerintah.

Kalau memang DPRD bekerja, seharusnya parkir tidak dipihak ketigakan dahulu sebelum di evaluasi. Kenapa? Karena di tahun sebelumnya sudah terjadi permasalahan ketika parkir dipihak ketigakan, ini sudah terjadi masalah baru dibahas, buat apa? Jadi wajar rekomendasi DPRD tidak didengar oleh Pemko Siantar karena DPRD memang tidak mengerti akan tugas dan fungsinya." tutupnya.

Penulis: tom. Editor: des.
Komentar 1
  • Mangapul Sinaga
    tidak ada transparansi mengakibatkan banyak masalah, kalaupun tidak ada masalah itu hanya karena sudah didiamkan. ada kepentingan pribadi/kelompok yg diperjuangkan secara sembunyi-sembunyi, sama sekali bukan kepentingan warga siantar (pemasukan dari perparkiran)