HETANEWS

PT Sintong Abadi Diduga Buang Limbah Sembarangan

Limbah yang diduga dibuang PT Sintong Abadi. (foto : Deni Tambunan)

Asahan, hetanews.com - Tercemarnya aliran sungai yang melintasi Desa Perkebunan Hessa dan Desa Sungai Lama Kabupaten Asahan diduga dampak dari pembuangan limbah yang berasal dari PT Sintong Abadi yang beroperasi di Kecamatan Air Batu.

Pencemaran ini juga telah berdampak pada aktivitas kehidupan warga sekitar. Di mana akibat dari pembuangan limbah juga telah mencemarkan lingkungan sekitar pemukiman warga, terutama yang bermukim di Desa Perkebunan Hessa dan Desa Sungai Lama.

Warga juga tidak lagi dapat memanfatkan air dari aliran sugai yang mengalir di pinggiran kedua desa tersebut. Ini juga berdampak terhadap pencemaran udara sekitar akibat aroma  yang menguap dari limbah tersebut, termasuk sumber mata air warga khususnya sumur - sumur terbuka.

Penelusuran wartawan di lokasi, Kamis (16/6/2016), air limbah diduga berasal dari perusahaan PT Sintong Abadi yang mengalir sampai menuju aliran sungai yang tercemar. Ini mengalir melalui parit - parit kecil yang melintasi areal PTPN III  Kebun Sei Dadap hingga ke muara aliran anak sungai yang melintasi Dusun XI dan Desa Kapitan atau Lubuk Cungkam, di mana perkampumgan yang hanya didiami sejumlah 15 Kepala Keluarga (KK) dan langsung berbatasan wilayah Kota Tanjungbalai.

Mantan Kepala Desa Perkebunan Hessa, Suhaimi Lubis menyampaikan, masalah limbah ini sudah sering dibicarakan dengan pihak perkebunan. Menurutnya, pihak perkebunan sudah sering menyurati pihak perusahaan, namun tidak pernah ada jawaban.

PT Sintong Abadi berulang - ulang memberi janji, baik kepada pihak perkebunan maupun warga masyarakat sekitar. Jika pihak perusahaan setiap bulannya akan membersihkan parit yang mengalir melintasi perkebunan dan pemukiman warga.

Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pritis Sumatera Utara menuturkan, apabila benar dugaan bahwa perusahaan tersebut telah terbukti sebagai penyebab terjadinya pencemaran lingkungan maka akan dikenakan sanksi sesuai peraturan perundang undangan yang berlaku.

Disebut - sebut perusahaan ini juga telah mengabaikan amanat UU Nomor 40 Tahun 2007 tentang Persero Terbatas (PT). Di mana setiap perusahan harus memberi dana Community Development (CD )sebagai kepedulian perusahan kepada lingkungan dan desa desa yang berdekatan dengan perusahaan tersebut. PT Sintong Abadi ditengarai kurang peduli terhadap pemberian bantuan Corporate Social Responsibility (CSR).

Menyangkut sanksi hukumnya terhadap pelanggaran atas UU Nomor 23 Tahun 1997, maka perusahaan tersebut dapat dijerat secara pidana dengan Bab IX ketentuan pidana yang diatur dalam pasal 48 disebut tindak pidana  kejahatan.

Sedangkan dalam pasal 41 - 47 telah di atur mengenai sanksi  hukum ancaman  kurungan paling lama mulai dari 3 sampai 15 tahun, dengan denda paling banyak mulai dari Rp 100 - 750 juta.

Dalam waktu dekat, LSM Perintis Sumatera Utara akan menyurati Menteri Lingkungan Hidup, Gubernur Sumatera Utara, DPRD Sumut, Kapoldasu dan instansi  terkait  untuk mengevaluasi serta meninjau kembali persyaratan atmistrasi perusahaan PT Sintong Abadi yang menyangkut perizinan dan operasional perusahaan tersebut.

Selain itu, LSM Perintis Sumatera Utara melalui Biro Bantuan Hukum akan menggugat PT Sintong Abadi secara hukum terhadap pelanggaran UU Nomor 23 Tahun 1997 yang dituangkan dalam Bab VII penyelesaian sengketa lingkungan hidup. Pasalnya di bagian ketiga paragraf keempat mengenai substansi hak masyarakat serta organisasi lingkungan hidup untuk melakukan gugatan.

         

Penulis: deni. Editor: aan.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.