Simalungun, hetanews.com - Sebanyak Rp 170 miliar utang Pemkab Simalungun terhadap pihak ketiga yang harus selesai dibayarkan di tahun 2016. Utang itu berasal dari sejumlah proyek di tahun 2015.

Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (PPKAD) Kabupaten Simalungun, Mixnon Andreas Simamora menyebut itu tidak menyalahi. Sebab, sejumlah proyek itu sudah dibahas di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2015 silam.

"Tidak apa-apa dibayar tahun ini, meski proyek itu program di tahun 2015 silam. Karena sewaktu pembahasan APBD hal itu sudah dibahas dan di peraturan daerah (perda) kan," ungkapnya kepada hetanews, Rabu (15/6/2016).

Mixnon menuturkan, sejumlah proyek itu bersifat Dana Alokasi Umum (DAU). Ditanggung oleh APBD Simalungun dalam pembahasan tahun 2016 lalu. "Jumlahnya sekitar Rp 170 miliar. Dan sudah ada sebagian yang dibayarkan (utang) yang akan diselesaikan ditahun ini," ujarnya.

Hanya saja, Mixnon mengungkapkan soal rincian utang pemkab terhadap pihak ketiga tidak mengingat secara pasti rinciannya. Begitu pun, dia meminta agar wartawan kembali lagi.

"Soal rinciannya (utang) saya kurang begitu hafal. Mungkin hari Jumat depan lah, sebelumnya kabari ke saya apa - apa saja yang menjadi pertanyaannya. Karena kebetulan ini mau ada kegiatan lagi," katanya.

Baca: (Wow… Ada Rp 133 Miliar Utang Pemkab Simalungun pada Pihak Ketiga)