HETANEWS

Kehabisan Blangko, Dinas Catatan Sipil Kabupaten Asahan Alami Kendala

Kantor Catatan Sipil Kabupaten Asahan. (Foto : Heru Sihotang)

Kisaran, hetanews.com - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Asahan,  sedang mengalami kendala dalam pelayanan pembuatan Elektronik Kartu Tanda Penduduk e-KTP karena kehabisan blangko.

"Sudah kita ajukan kepihak Kementrian Dalam Negeri, namun pihak Kementrian hanya mampu memberikan 400 blangko, ini  tidak sesuai dengan biaya transport pengambilan ke Jakarta,” ujar Kepala Dinas Catatan Sipil Muhammad Rais, ketika dikonfirmasi hetanews.com melalui telepon seluler Humas Pemkab Azim.

Masih kata Rais, pihak Kementrian hanya mampu memberikan jumlah yang tidak mencukupi, dimana satu hari pihaknya bisa menghabiskan 100  blangko untuk 25 Kecamatan di Asahan. Maka bila 400 keping blangko saja yang diterima, hanya akab bertahan selama 4 hari. Bila dihitung biaya transport, penjemputan dapat  menghabiskan lebih kurang Rp 5 juta dalam satu kali penjemputan.

“Jika  diangka ribuan blangko yang hendak diambil kepada pihak Kementrian, maka kita jemput dan  dapat disebandingkan  dengan pengeluaran biaya penjemputan yang menggunakan Keuangan daerah ini ,” ujar Rais lagi.

Ditambahkan, pihak kementrian kini masih proses tender untuk pembuatan blangko. Namun, Dinas Catatan Sipil Kabupaten Asahan akan tetap mengusahakan semaksimal mungkin pelayanan bagi masyarakat yang  belum memiliki KTP atau proses perpanjangan.

Terpisah, salah satu warga yang mengaku sudah mengurus KTP, namun disuruh menunggu beberapa minggu karena blangko yang belum ada. "Blangko sudah diorder tapi belum diterima , hingga kami disuruh bersabar beberapa minggu ini,” ujar Bagus , warga yang mengurus KTP anaknya.

Sementara, mantan anggota DPRD Asahan periode 2010-2015, H Monang Siahaan, mengatakan Dinas Catatan Sipil Kabupaten Asahan tidak tanggap. "Kok bisa sampai kehabisan? ini menunjukan Kepala Dinasnya tidak mampu bekerja," ujar mantan anggota DPRD yang sering mondar mandiri di Kantor Catatan Sipil ini.

Penulis: heru. Editor: des.