HETANEWS

Terbukti Pasal 112, Terdakwa Narkotika Divonis 2 Tahun Penjara, Hakim Menyimpang Ketentuan Pidana Minimum

Ikhsan Susandi, dipersidangan. (Foto: Armeindo Sinaga)

Siantar, hetanews.com – Terdakwa Ikhsan Susandi (37), warga Jalan Mataram, Kelurahan Melayu, Kecamatan Siantar Utara divonis majelis hakim yang dipimpin Fitra Dewi dengan pidana penjara selama 2 tahun sebagaimana diatur dan diancam pidana melanggar pasal 112 ayat (1) UU No 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Selain divonis 2 tahun, terdakwa dikenakan denda Rp 800 juta atau subsider pidana penjara selama 3 bulan apabila denda tidak dibayarkan oleh terdakwa dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Siantar, Selasa (14/06/2016).

Diketahui, sebetulnya hukuman ini tidak relevan karena dalam pasal 112 ayat (1) UU No 35 tahun 2009 tentang narkotika, hukuman minimalnya adalah 4 tahun pidana penjara. Tetapi, setelah melalui fakta persidangan, majelis hakim menyimpang ketentuan pidana umum sebagaimana tertuang dalam Surat Ederan Mahkamah Agung (SEMA) Nomor 3 tahun 2015.

“Ini bisa kebijakan hakim karena dalam pasal dakwaan tidak ada dikenakan pasal 127 UU No 35 tahun 2009 tentang narkotika. Tetapi dalam fakta persidangan, hakim menilai kalau terdakwa itu adalah pemakai.

Barang buktinya juga dibawah 1 gram yaitu 0,4 gram. Kebijakan ini ada tertuang dalam SEMA Nomor 3 tahun 2015,” ujar humas PN Siantar, M Nuzuli yang juga hakim anggota dalam perkara tersebut.

Dibacakan Nuzuli, dalam SEMA No 3 tahun 2015 tentang pemberlakuan rumusan hasil rapat pleno kamar Mahkamah Agung tahun 2015 sebagai pedoman pelaksanaan tugas pengadilan. Di rumusan hukum kamar pidana mengenai narkotika dijelaskan bahwa hakim memeriksa dan memutus perkara harus didasarkan kepada surat dakwaan jaksa penuntut umum (pasal 182 ayat 3 dan 4 KUHAP).

Jaksa mendakwa dengan pasal 111 atau pasal 112 UU no 35 tahun 2009 tentang narkotika, namun berdasarkan fakta hukum yang terungkap dipersidangan terbukti pasal 127 UU no 35 tahun 2009 tentang narkotika yang mana pasal ini tidak didakwakan, terdakwa terbukti sebagai pemakai dan jumlahnya relatif kecil (SEMA No 4 tahun 2010), maka hakim memutus sesuai surat dakwaan tetapi dapat menyimpangi ketentuan pidana minimum khusus dengan membuat pertimbangan yang cukup.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut agar terdakwa dihukum dengan pidana penjara selama 5 tahun dan denda sebesar Rp 800 juta atau subsider 6 bulan pidana penjara sebagaimana diatur dan diancam dalam pasal 112 ayat (1) UU No 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Dalam amar dakwaan, diketahui kalau terdakwa dikenakan pasal primair yaitu 114 ayat (1) UU No 35 tahun 2009 tentang narkotika dan subsidair yaitu pasal 112 ayat (1) UU No 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Diketahui, kalau terdakwa ditangkap pada Rabu (02/12/2015) sekira pukul 16.30 Wib di Jalan Penyabungan, Kelurahan Timbang Galung, Kecamatan Siantar Barat dan ditemukan narkotika jenis sabu seberat 0,4 gram.

Penulis: ndo. Editor: des.
Komentar 1
  • Surya Semesta
    Kepada kebijaksanaan hukum di indonesia..
    Saya surya, yg buta pada hukum..
    Bagi bapak/ ibu yg memahami hukum..
    Berilah penjelasan atas tentang kasus narkoba..
    1. Di dalam proses persidangan pertama, sebut lah nama terdakwa berinisial AL dan DR. Dalam sidang pertama hadirlah saksi di persidangan, yg sebagai polisi yg menangkap terdakwa dan mengungkapkan kronologi kejadian.. Ketika saksi mengatakan jumlah narkoba jenis sabu2 itu ada 15gram barang bukti, lalu al di tanya hakim, benarkah? Lanjut al menyatakan setau al kawan nya bilang itu ada 20gram.. Ketika itu hakim pun langsung beralih ke pertanyaan lain..
    Dan setelah itu, sidang berlanjut ke 2 x.. Dgn tuntutan jaksa, membacakan tuntutan 11thn penjara dengan pasal 112 ayat 2, pasal 114 ayat 2 dan pasal 132.. Setelah itu terdakwa al dan dr di beri arahan utk menulis playdoi atau memohon ampunan utk pengurangan hukuman.. Pd sidang berikutnya.. Kelangsungan 7hari lanjutlah pd sidang ke 3.. Namun Terdakwa tidak di beri hak untuk membacakan permohonan pengurangan hukuman, dan langsung di putuskan vonis dr hakim tanpa sepengetahuan al dan dr.. Lalu hakim nyatakan sidang akan di lanjutkan 7hari lg..
    Tetapi terdakwa al dan dr tidak pernah di hadiri lagi di persidangan berselang waktu beberapa bulan ke depan, tiba2 sudah ada surat vonis dan di pindahkan ke lapas..
    Terdakwa al dan dr bukan lah pengedar narkoba yang di katakan sebagai pemilik.. Kronologi nya Terdakwa al di suruh kawan nya menemani pembeli di sebuah rumah makan dengan alasan kawan tersebut lagi sibuk, jadinya terdakwa al menemani sang pembeli yg ternyata adalah polisi.. Dan terdakwa dr di suruh antarkan narkoba tersebut ke rumah makan yg di janji kan.. Terdakwa dr jg bukan seorang pengedar.. Hanya sebagai kuli di beri upah jasa pengantar.. Lalu pantaskah mereka di vonis 9 thn 3bln subsider atau bayar denda 1milyar???
    Mohon kepada bapak/ibu yang bijaksana dan punya wawasan dalam pemahaman hukuman untuk memberi pendapat dan bimbingan nya..
    NB: Terdakwa al adalah seorang pekerja sosial dalam menolong orang sakit di masyarakat dan terdakwa dr seorang nelayan..
    Mohon petunjuk dari bapak/ibu jg saudara/i sekalian..
    Semoga Allah memberkahi hamba nya yg bijaksana..