HETANEWS.COM

KeMANGTEER Medan Suarakan Penyelamatan Hutan Mangrove

Medan, hetanews.com - Hutan mangrove merupakan suatu tipe hutan yang tumbuh di daerah pasang surut, terutama di pantai yang terlindung, laguna dan muara sungai yang tergenang pada saat pasang dan bebas dari genangan. Pada saat surut yang komunitas tumbuhannya bertoleransi terhadap garam.

Hutan ini berperan dalam menahan abrasi pantai, mencegah masuknya air laut ke daratan (intrusi air laut), sebagai tempat berlindungnya berbagai jenis ikan, udang dan biota laut lain, serta merupakan habitat berbagai jenis burung, mamalia dan reptil.

Sedangkan secara ekonomi, hutan mangrove dapat menjadi tempat rekreasi dan pariwisata. Selain itu, dapat diolah menjadi makanan dan obat serta dijadikan bahan baku industri.

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki hutan mangrove terluas di dunia. Namun sayang, lebih dari 80 persen hutan mangrove di Indonesia telah rusak. Ini merupakan salah satu bencana ekologis terbesar di bumi.

Melihat keadaan tersebut, akhirnya lahirlah KeMANGTEER, sebuah komunitas sukarelawan mangrove yang memiliki visi dan misi untuk mengkampanyekan mangrove ke seluruh lapisan masyarakat, sebagai sebuah gaya hidup, baik di dalam maupun di luar negeri.

KeMANGTEER merupakan singkatan dari Kesemat Mangrove Volunteer, sedangkan kesemat sendiri adalah sebuah Kelompok Studi Ekositem Mangrove Teluk Awur yang ada di Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang dan berdiri pada tanggal 6 November 2009. Kesemat berawal dari kegelisahan sembilan mahasiswa Ilmu Kelautan UNDIP yang khawatir dengan rusaknya ekosistem mangrove di Teluk Awur, Jepara.

Saat ini, KeMANGTEER telah terbentuk di 8 kota yang tersebar di Indonesia yaitu Jakarta, Semarang, Malang, Yogyakarta, Tangerang, Serang, Medan dan Langsa. Di Kota Medan sendiri KeMANGTEER sudah berdiri sejak 14 April 2014 dan diresmikan secara sah pada tanggal 25 Mei 2014.

KeMANGTEER Medan sudah beberapa kali melakukan kegiatan selamatkan Mangrove Indonesia melalui aksi penanaman dan kampanye melalui on air di radio-radio swasta di Kota Medan.

KeMANGTEER Medan dapat menjadi wadah terbuka bagi siapa saja yang peduli terhadap mangrove dan tempat menyalurkan jiwa-jiwa peduli mangrove dari masyarakat Indonesia, yang mungkin belum tersalurkan di daerahnya masing-masing.

Doni Latuparisa, selaku pendiri KeMANGTEER regional Medan, sekaligus Sekretaris Jenderal KeMANGTEER Indonesia mengatakan, ini (KeMANGTEER) adalah wadah independen dalam bidang pendidikan dan kampanye mangrove yang tidak memasuki ranah politik.

Menurut Doni, Indonesia merupakan negara yang memiliki kawasan mangrove terluas di dunia. Namun sayangnya Indonesia juga memiliki jumlah lahan yang rusak terbesar di dunia. Hal ini belum dimengerti oleh masyarakat luas. Masyarakat seakan belum mengerti tentang dampak dan bahaya yang ditimbulkan dari hal tersebut.

“Karena itu, KeMANGTEER Medan berharap dengan adanya komunitas ini di tengah-tengah masyarakat Kota Medan, dapat menjadi motivasi lahirnya generasi-generasi baru yang lebih peduli terhadap mangrove. Sehingga tidak terjadi lagi penebangan-penebangan liar, serta berbagai aktivitas merugikan lainnya sehingga hutan mangrove Indonesia, khususnya di daerah Sumatera Utara dapat terjaga dan terselamatkan,” sebut Doni, Sabtu (11/6/2016).

Doni juga menghimbau kepada para pemuda agar lebih membuka pikiran terhadap setiap kondisi dan permasalahan di lingkungan sekitar. Bentuk kepedulian terhadap masyarakat bukanlah hanya sekedar melakukan bakti sosial, tetapi lebih dari itu. Kepedulian terhadap masyarakat adalah kepedulian terhadap semua aspek yang bersentuhan dengan masyarakat, salah satunya adalah alam.

Penulis: tim. Editor: aan.
Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!