HETANEWS.COM

Kepsek dan Guru Dihimbau Bertanggungjawab dengan Profesi, Wakil Ketua DPRD Tobasa: Jangan Ada Pengusaha sambil Guru

Wakil Ketua DPRD Tobasa Asmadi Lubis. (Foto : INT)

Tobasa, hetanews.com – Dalam kegiatan sosialisasi Penerimaan Siswa Baru (PSB)  tingkat Sekolah Menengah Umum (SMU) di Aula SMKN 2 Laguboti, Kamis (9/6/2016), Wakil Ketua DPRD Tobasa Asmadi Lubis, menghimbau para guru serta Kepala Sekolah (Kepsek), lebih bertanggungjawab dengan profesi dan jabatannya. Ia juga mengingatkan agar tidak ada lagi istilah pengusaha sambil guru yang disematkan pada guru.

"Jangan ada lagi guru yang membuka lahan puluhan hektar karena besarnya dana sertifikasi sehingga bisa membeli lahan dan mengusahainya, kemudian menelantarkan anak didiknya. Istilah pengusaha sambil guru itu tidak baik, namun guru sambil pengusaha itu boleh, artinya jangan jadikan guru itu pekerjaan sambilan," katanya.

Sekdakab Tobasa Audy Murpi O Sitorus, dalam kesempatan itu juga mengatakan, seharusnya para guru sudah mampu bekerja lebih baik lagi dibanding sebelumnya. Pelayanan guru yang lebih maksimal dan bermutu karena dari dana sertifikasi guru, ada persentase sekitar 15% untuk pengembangan profesi guru.

"Untuk itu para rekan guru, silahkan memakai dana sertifikasi itu untuk pengembangan profesi saudara, jangan sudah guru sertifikasi tapi SDM nya jalan ditempat, bagaimana kita mendidik anak-anak untuk memiliki SDM yang baik jika tidak dimulai dari guru,sebab guru adalah teladan bagi para siswa,” ujarnya.

Sementara, Wakil Bupati Hulman Sitorus, menjamin kenyamanan kerja para Kepala Sekolah dan guru tanpa adanya mutasi dan pergantian jabatan dalam waktu dekat ini, jika itu melanggar ASN. Namun, tetap ditekankan agar seluruh kepala sekolah dan guru tetap bekerja maksimal dan menghargai dana sertifikasi yang sudah sangat mensejahterakan para guru.

"Jangan ada lagi guru yang suka bolos,nongkrong atau jalan-jalan di pasar saat proses belajar mengajar, sebab sekolah adalah ujung tombak keberhasilan generasi kita. Untuk itu bekerjalah sesuai tupoksi anda dengan benar," himbaunya dihadapan sejumlah Kepala Sekolah,guru,pengawas,UPTD se-Tobasa yang hadir dalam sosialisasi tersebut.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Toba Samosir, menggelar sosialisasi Penerimaan Siswa Baru (PSB)  tingkat Sekolah Menengah Umum (SMU) di Aula SMKN 2 Laguboti , Kamis (9/6/2016). Acara sosialisasi ini dipimpin Wakil Bupati Tobasa Hulman Sitorus, Sekdakab Tobasa Audy Murphi O Sitorus, Ketua DPRD Tobasa Boyke Pasaribu, Wakil DPRD Tobasa Asmadi Lubis, Ketua Komisi C Wilson  Pangaribuan, Kepala Dinas Pendidikan Tobasa Lalo H Simanjuntak.

Adapun agenda dalam kegiatan itu yakni membahas penerimaan siswa baru di SMUN 2 dan SMUN 1 Balige,  yang menjadi sekolah favorit dan kebanggaan Kabupaten Tobasa. Dua sekolah tersebut pun mengusulkan pembobotan yang diberlakukan selama ini di SMAN 2 dan SMAN 1 agar direvisi dan dikaji ulang,. Kemudian, PSB di sekolah itu juga dilakukan melalui seleksi tes tertulis bukan melalui NEM. Selain itu, sekolah itu juga meminta agar mereka dibebaskan dari rayonisasi.

Penulis: sitorus mel. Editor: des.
Komentar 1
  • Bohal Pangaribuan
    Waduhhhh bahaya negara kalau begini, bilangnya siboto surat, penulisannya aja marsamburetan, emangnya ada di kab. Toba SMK N 2 Laguboti apa nga salah ini, tolong dikroscek yang benar, kalau di Laguboti hanya ada satu SMK Negeri, sakit perut bacanya.

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!