HETANEWS

Kapus Kesatria Diduga Komersilkan Lahan Aset Negara

Puskesmas Kesatria. (foto : Zai Sinaga)

Siantar, hetanews.com - Kepala Puskesmas (Kapus) Kesatria di Jalan Pdt Justin Sihombing, Kelurahan Siopat Suhu, Kecamatan Siantar Timur, drg Artha Dewi Bako diduga komersilkan lahan Puskesmas sebagai tempat berjualan demi meraup keuntungan pribadinya semata.

Informasi dihimpun, Kamis (9/6/2016), lahan seluas 2 x 15 meter persis diatas lahan perumahan dinas Puskesmas Kesatria sebagai tempat berjualan (warung) yang dikelola bermarga Saragih sudah berlangsung puluhan tahun, sehingga menjadi pesaing pengusaha warung lainnya.

Yanti Saragih (32) selaku pengelola warung mengatakan, lahan seluas lebih kurang 2 x 15 meter tersebut telah mereka kelola puluhan tahun, terhitung semenjak ayahnya bekerja di Puskesmas hingga meninggal dua dan sampai saat ini dengan memberi kontribusi kepada Kapus Kesatria.

"Kita ada memberikan, kalau nominal nya, tanya saja kepada Kapus. Dan bukan kepada Kapus itu saja. Kapus sebelumnya juga," tukas Yanti Saragih anak dari Saragih yang sebelumnya pegawai di Puskesmas Kesatria.

Kepala Tata Usaha (TU) Puskesmas Kesatria, N Manalu mengatakan, terkait hal tersebut tidak mengetahuinya secara mendetail dan menyarankan agar mempertanyakan langsung kepada pimpinan mereka (Kapus Kesatria).

Terpisah, Kepala bidang (Kabid) Sarana Prasarana Dinas Kesehatan (Dinkes) Siantar, Urat Simanjuntak mengatakan, terhitung satu tahun dirinya menjabat, Puskesmas Kesatria tidak ada melaporkan hal tersebut.

"Sampai sejauh ini pihak Puskesmas Kesatria belum ada melaporkannya. Lagi terkait tersebut bukan tupoksi kami. Sebaiknya anda konfirmasikan kepada bersangkutan," melalui telepon seluler miliknya.

Sementara Artha Dewi Bako membantah menyewakan lahan aset negara itu. Selain itu, pihaknya juga telah berulang untuk meminta pengusaha tersebut agar berpindah, namaun tak digubris.

"Sudah berulang kita upayakan untuk mengosongkan lahan dan dilaporkan pada Dinkes Siantar dipimpin Ronald Saragih. Tapi mereka memelas dengan alasan tak tau cari nafkah kemana lagi. Kalau menyewakan tidaklah, hanya saja kita pungut retribusi sampah, air dan lampu yang digunakan," elaknya melalui telepon selulernya.

Penulis: zai. Editor: aan.