Siantar, hetanews.com  – Beredar rekaman diduga 'jual beli' perkara tuntutan perkara atas nama Darwin Ujung, terdakwa penyalahgunaan narkotika. Dalam rekaman tersebut diduga adanya transaksi agar terdakwa dikenakan pasal 127 ayat (1) huruf a UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Istri terdakwa Darwin Ujung mengatakan kalau rekaman suara tersebut adalah rekaman saat telepon antara seseorang bermarga Siagian dengan seorang Jaksa Penuntut Umum (JPU), Rahma Sinaga yang menangani perkara tersebut.

“Di rekaman suara jaksa itu bilang kalau tidak sanggup mengurus perkara itu kalau hanya Rp 10 juta . Dibilang jaksa itu tunggulah dibilang lah dulu ke Kasi Pidum,” ujarnya kepada awak media ketika ditemui di Pengadilan Negeri (PN) Siantar, Kamis (09/06/2016).

Diketahui, bahwa terdakwa Darwin Ujung dituntut oleh Jaksa dengan hukuman pidana penjara selama 15 tahun dengan denda Rp 1 Milyar atau subsider 1 tahun sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 112 ayat (2) UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika dan pasal 111 ayat (1) UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Sementara itu, keempat temannya Champion Petrus Ginting, Boby Chandra Nainggolan, Jefry dan Batara Dirgantara Nasution dituntut oleh Jaksa dengan hukuman 2,5 tahun pidana penjara sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 127 ayat (1) huruf a UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Baca juga: (Bripka Champion dkk Dituntut 2,5 Tahun, Pemilik Rumah 15 Tahun Penjara)

Sementara itu, Mara Salim Harahap, yang juga mengetahui adanya rekaman tersebut mengatakan kalau mengenai tuntutan, jaksa seharusnya melalui analisis yuridis dari beberapa saksi yang dihadirkan, hasil rekonstruksi, fakta persidangan yang jadi bahan pertimbangan.

“Dipersidangan, kelima terdakwa tidak ada yang mengakui kalau barang bukti narkotika itu miliknya. Bahkan ada yang bilang itu barang milik Kapolsek,” tambahnya dihadapan awak media di Pengadilan Negeri (PN) Siantar, Kamis (09/06/2016).

Ia pun berencana akan melaporkan adanya rekaman yang beredar mengenai jual beli perkara tuntutan tersebut ke Kejaksaan Agung (Kejagung) melalui Jaksa Agung Muda Pengawas (Jamwas).

“Rekaman beredar jual beli perkara dalam tuntutan sudah jelas melanggar SOP penuntutan di Kejaksaan dan sudah melanggar sumpah jabatan jaksa. Hal ini akan kita laporkan ke Jamwas Kejagung dan sebagai terlapor adalah Kasi Pidum Kejari Siantar, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam perkara ini dengan bukti rekaman berdurasi sekitar 1 menit tersebut,” tambah Marah Salim Harahap.

Sementar itu, Kasi Intel Kejari Siantar, Jefferson Hutagaol ketika dikonfirmasi menerangkan kalau apabila adanya rekaman dugaan jual beli perkara tuntutan tersebut, silahkan apabila memang ada pihak yang ingin melaporkannya Jamwas Kejagung.

“Silahkan dilapor, kalau apa nanti kan akan dipanggil oleh tim pengawas mengenai rekaman tersebut. Dalam nota pembelaannya di persidangan, silahkan apabila terdakwa menyertakan rekaman tersebut. Biar nanti majelis hakim yang memutuskan,” terang Jefferson Hutagaol.

Adapun diketahui, kelima terdakwa ini disidangkan akibat kasus pesta narkoba di rumah Darwin Ujung, Jalan Mawar No. 2-C, Kelurahan Simarito, Kecamatan Siantar Barat. Saat pesta sabu itulah, kelima terdakwa diamankan oleh Polresta Siantar bersama Polsek Siantar Barat pada hari Minggu (1/11/2015) sekitar pukul 01.00 WIB.