HETANEWS

Keponakan JR Saragih Dibunuh Pelaku Karena Tersinggung Alat Vitalnya Dipegang

Jr Saragih saat mengunjungi kamar mayat RSUD dr Djasamen Saragih untuk melihat kondisi jenazah Haposan Siahaan yang ditemukan meninggal diduga dibunuh, Kamis(9/6/2016). (Foto : Lazuardy Fahmi)

Simalungun, hetanews.com - Haposan Siahaan (28), keponakan Bupati Simalungun JR Saragih, yang menjadi korban pembunuhan setelah hilang sejak Selasa (31/5/2016) hingga ditemukan Kamis (9/6/2016) sekira pukul 02.00 WIB, ternyata dibunuh oleh JDG (16) siswa salah satu Sekolah Menengah Atas (SMA) swasta di Sondi Raya, Kecamatan Raya, karena tersinggung alat vitalnya dipegang oleh korban.

Menurut pengakuan pelaku, kejadian bermula Selasa (31/5/16)  sekira  pukul 21.00 WIB, korban yang bekerja sebagai salah satu staf pegawai di Yayasan Universitas Efarina (Unefa), menghubunginya  dan janjian bertemu  di depan SMA Sondi Raya. Keduanya kemudian berkeliling kota Pematang Raya dengan menggunakan sebuah  sepeda motor Honda Vario warna putih Nopol  T 3751 BO milik korban.

Kemudian, kedua pria yang baru sebulan saling mengenal itupun pergi ke ladang milik oppung (kakek) pelaku di Kampung Baru, Kelurahan Dalig Raya, Kecamatan Raya. Diketahui, sebelumnya kedua pria ini sudah beberapa kali bertemu.

Korban saat dievakuasi dari TKP (kiri). Tersangka JD, saat diamankan (kanan).

Setelah berada di gubuk hingga tengah malam, tiba-tiba korban memegang alat vital pelaku hingga pelaku merasa tersinggung dan mengambil pisau yang ada di gubuk tersebut,  lalu menikam bagian perutnya hingga dua  kali dan pingganya satu kali.

Setelah melihat korban terkapar, pelaku pun mengambil cangkul dan menggali lubang dengan kedalaman sekitar 1 meter, lalu menguburkan korban di sana. Setelah itu, dia kabur ke Lubukpakam dengan membawa sepeda motor korban,dengan terlebih dahulu mencabut nopol kendaraan tersebut. Korban sempat beralasan pergi ke Lubukpakam hendak melihat orangtuanya yang sedang sakit.

Hingga akhirnya Rabu malam (8/6/2016), pelaku langsung diringkus oleh pihak Kepolisian yang sudah menyelidiki kejadian tersebut setelah menerima laporan kehilangan korban sebelumnya.

Jenazah Haposan Siahaan yang akan di bawa ke rumah duka, Kamis (9/6/2016). (Foto: Lazuardy Fahmi)

Sampai saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian. Rencananya, korban akan dimakamkan hari ini juga.

Sementara, saat dilakukan proses otopsi di RSU Djasamen Saragih Kota Siantar, tampak Bupati Simalungun JR Saragih hadir didampingi Kapolres Simalungun AKBP Yofie Girianto Putro.

Penulis: ndo. Editor: des.
Komentar 1
  • Pardi Yuono
    Pelaku sepertinya sudah memasang strategi untuk menguasai sepeda motor korban... Pelaku juga sudah mengetahui situasi tempat eksekusi... Gay memang suka melakukan hal nekat kalau sudah menginginkan sesuatu... Ingat kan kasus RIAN, Jombang?