HETANEWS

Kabid Farmasi Simalungun Gerah Dituding ‘Bermain’ dengan Perusahaan Obat-Obatan

Kabid Farmasi Dinkes Simalungun, Edwin Simanjuntak

Simalungun, hetanews.com - Adanya informasi mengenai tentang permainan antara pihak UPTD Instalasi Farmasi Kabupaten Simalungun dengan perusahaan obat - obatan, membuat Kepala Bidang (Kabid) Farmasi Dinas Kesehatan (Dinkes), Edwin Simanjuntak gerah dengan kabar tersebut.

Saat ditemui di ruangan kerjanya, Rabu (8/6/2016), Edwin menuturkan, tidak pernah mempermainkan obat - obatan dengan pihak ketiga. Apalagi obat - obatan pemerintah diserahkan kembali kepada pihak ketiga untuk diperjualbelikan.

“Lagian selama tahun kepemimpinan saya mulai tahun 2015 lalu, mode pemesanan terhadap pihak pembuat obat - obatan kita gunakan mode E katalop atau pemesanan dan penghitungan melalui computer. Yang mengetahui tentang permasalahan pemesanan obat - obatan itu hanya Dinkes. Kita dari pihak Farmasi hanya mengetahui tentang kedatangan barang dan bertemu dengan supir pengangkutan saja,” ucap Edwin.

Disinggung mengenai obat - obatan yang sampai kadaularsa ke Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas), Edwin bisa memastikan itu tidak ada yang expired date. “Karena kita begitu menerima langsung mengecek masa berlakunya. Sebelum menyalurkan, kita juga kembali mencek masa berlaku obat tersebut,” paparnya.

Mengenai bentuk penyaluran ke Puskesmas, Edwin menyatakan, Farmasi Simalungun menggunakan metode per semester selama enam bulan sekali. Itu pun kalau memang yang dipesan sesuai dengan stok masing -masing puskesmas.

“Pernah ada sebuah Puskesmas, saat itu minta stok sebanyak 200 papan, namun yang digunakan sebanyak 75 papan. Ini membuat obat tersebut overkapasitas dan Farmasi langsung meminta kembali dan digunakan ke Puskesmas yang lainnya,” ucap Edwin sembari menunjukan sebuah penarikan obat kembali dari pihak Puskesmas.  

Penulis: tom. Editor: aan.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.