Siantar, hetanews.com - H Sirait (16), seorang pelajar yang berdomisili di Duri, Pekanbaru diperas oleh dua orang pria nyaru agen angkutan umum, menggunakan senjata tajam jenis pisau. Satu diantaranya, Helmanson Saragih (34), berhasil dibekuk petugas kepolisian. Satu lainnya bernama Erik masih dalam buruan petugas.

Ditemui di Mapolresta Siantar, Rabu (8/6/2016) siang, H Sirait mengatakan, kejadian berawal ketika ia hendak mengunjungi kediaman kakeknya di Kelurahan Tomuan, Kecamatan Siantar Timur. Dengan menumpangi bus Intra sembari menenteng sebuah tas, ia tiba di Jalan Sisingamangaraja, Kecamatan Siantar Utara, tepatnya di Stasiun Bus Intra Parluasan, Selasa (7/6/2016) sekira pukul 06.00 WIB.

Hanya saja, ketika turun dari bus dan hendak menyambung angkutan menuju kediaman kakeknya itu, korban bertatus pelajar langsung didatangi pelaku Helmanson Saragih.

"Pas turun itu didatanginya saya bang, mau kemana katanya, kubilang mau ke Tomuan. Trus dibilangnya ayo, ayo kemari dan tas ku langsung dipegangnya," katanya.

Dijelaskan korban, pelaku kemudian membawanya ke suatu tempat sepi tak jauh dari stasiun dan kemudian disusul pelaku lainnya yakni Erik menggunakan topi. "Ditempat itu lah saya diancam pakai pisau. Yang ancam pelaku yang pake topi, wajahnya gak begitu nampak. Duit ku Rp 600 ribu diambil dari kantong. Habis itu ku ditinggalkan disitu, sama tas ku,"  katanya.

Singkat cerita, korban pun kemudian mencari kedua pelaku ditemani keluarganya ke lokasi seputaran Parluasan. "Tadi pagi (8/6/2016), kami cari sama keluarga ke Parlu. Pelaku (Helmanson Saragih) yang nampak kami. Kebetulan disitu ada polisi, trus kami lapor makanya dia ditangkap, tapi kawannya blum nampak," katanya.

Kasus itu pun kini dalam penanganan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). Kanit PPA Aiptu M Siagian membenarkan pelaku Helmanto sudah diamankan. Sedangkan temannya, masih dalam perburuan petugas.

"Benar, korban bersama keluarganya mencari pelaku dan menemukannya di Parluasan. Kebetulan di lokasi ada anggota Polsek Siantar Utara dan korban melaporkannya. Pelaku kemudian diserahkan ke Polres Siantar lantaran korbannya membuat pengaduan disini," ungkap Siagian.