HETANEWS.COM

DPPKAD Siantar Akui Belum Ada Pengurusan Lahan Tanjung Pinggir

Kadis PPKAD Adiyaksa Purba

Siantar, hetanews.com - Dinas Pengelolaan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Pemko Siantar mengakui bahwa belum ada kepengurusan untuk lahan eks Hak Guna Usaha (HGU) PTPN III Kebun Bangun di Tanjung Pinggir, Kecamatan Siantar Martoba, seluas 573 hektar.

Menurut DPPKAD, seharusnya dalam kepengursan Tugas Perbantuan (TP) untuk proyek pembangunan Sekolah Luar Biasa (SLB) yang direncanakan Dinas Pendidikan (Disdik) Siantar seharusnya tidak memiliki masalah dalam surat tanahnya.

Ketika dikonfirmasi di kantornya, Rabu (7/6/2016) Kadis PPKAD Adiyaksa Purba menyebutkan, untuk HGU Lahan Tanjung Pinggir sejak tahun 2004 telah berakhir.

“Surat pertama sudah berakhir HGU nya kalau tidak salah tahun 2004 itu. Tanah itu menjadi tanah milik negara, karena Pemko Siantar ataupun Kementrian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tidak memperpanjang HGU untuk tanah itu,” sebutnya.

Adiyaksa menjelaskan, jika memang pernah ada surat dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) di tahun 2004 untuk melakukan perubahan atas tanah itu menjadi lahan milik Pemko Siantar.

“Memang pernah BPN mengeluarkan surat melakukan perubahan atas tanah itu. Tetapi sampai saat ini belum berhasil, sehingga tanah itu masih milik negara,” kata Adiyaksa.

Ditanya pengurusan sertifikat tanah dapat dilakukan secara bertahap dan apakah Pemko Sianntar sudah pernah melakukan kepengurusan tanah yang akan dipakai pembangunan SLB seluas 1 hektar, Adiyaksa menuturkan, sampai saat ini belum ada.

“Memang boleh dilakukan kepengurusan secara bertahap. Kita belum ada meminta kepengurusan lahan 1 hektar. Tetapi dalam kepengurusan itu harus dilihat dulu tata ruangnya seperti apa dan kita minta tanah itu kegunaannya sesuai tidak dengan konsep tata ruang,” terang Adiyaksa.

Karena menurut Adiyaksa, sewaktu kepengurusan pertama atas lahan Tanjung Pinggir yang dekat dengan Terminal Tanjung Pinggir direncanakan sebagai tempat Industri. Ini saat Wali Kota RE Siahaan, dan Adiyaksa sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda).

“Waktu itu saya mengkonsep tata ruang nya. Tanah di dekat terminal itu tata ruang nya untuk lahan industri. Sementara untuk sekolah, tata ruang nya itu ke arah Gurilla. Takutnya kalau SLB itu dibangun di Tanjung Pinggir, ketika pelepasan dan sekolah tersebut disesuaikan dengan tata ruang saja, maka dibongkar lagi,"jelasnya.

Terkait pembangunan SLB, Adiyaksa menyebutkan berasal dari dana pusat yang diberikan kepada Pemko Siantar. “Itu bukan Dana Alokasi Khusus (DAK). Karena kalau DAK pun pasti ada di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Santar. Dana itu langsung diberikan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Direktorat PKLK. Dana nya itu akan diberikan kepada KPKN, kemudian langsung pada pelaksana,” paparnya.

Mengenai proses kepengurusan dana TP tersebut, Adiyaksa menjelaskan pemerintah pusat hanya akan memberikan bantuan pembangunan. “Biasanya yang sering saya dapati, pemerintah pusat tidak mau mengurusi dan memberikan dana masalah lahan lagi. Masalah lahan itu diberikan kepada pemerintah daerah (pemda). Tetapi biasanya sebelum dibangun, sudah lengkap dulu surat-surat atas tanahnya, sehingga pemerintah pusat tau kalau itu (tanah) tidak bermasalah,” jelasnya.

Terkait permasalahan tender pembangunan dari TP, kata Adiyaksa, ada dua metode yang digunakan. Ini bisa dilakukan dilelang langsung oleh pemerintah pusat atau pemda diberikan kewenangan untuk menentukan pemenang tender.

Proyek pengerasan jalan yang memakan dana sebesar Rp 150 juta di lokasi pembangunan SLB, Adiyaksa mengakui di APBD Dinas Pendidikan (Disdik) tidak ada ditampung.

“Tidak pernah ada ditampung di Disdik. Saya tidak tau kalau di dinas lain ada di tampung yah. Saya juga sudah tanya Kabid Keuangan Disdik menyebutkan juga tidak ada ditampung, mungkin dana itu inklut dari TP yang sebesar Rp 2,1 miliar,” sebutnya mengakhiri.

Penulis: tom. Editor: aan.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan