Asahan, hetanews.com - Anyang Pakis salah satu kuliner khas di Kabupaten Asahan yang banyak didagangkan di bulan Ramadhan.

Anyang Pakis sangat lezat disantap begitu saja tanpa nasi, karena memang bukan tergolong jenis sayur. Hanya saja Anyang Pakis menggunakan bumbu kelapa yang disangrai seperti serundeng. Bumbu dasarnya juga mirip seperti bumbu urap, yaitu bawang merah, serai, daun jeruk dan ketumbar. Semuanya dihaluskan lalu disangrai bersama kelapa.

Saat ini Anyang Pakis menjadi menu yang sangat mudah dijumpai. Tetapi, seiring jalannya waktu, Anyang Pakis kini tinggalah makanan musiman. Kita hanya akan menjumpai Anyang Pakis pada saat musim Bulan Puasa. Acara acara tertentu dan hajatan pernikahan, hingga  Sangat jarang atau bahkan sangat sulit kita menemukan Anyang Pakis selain di Bulan Puasa.

Jika Bulan Puasa tiba, pusat jajanan Ramadhan di Kota Kisaran pasti menjadikan Anyang Pakis sebagai salah satu menu khas. Selain Anyang Pakis, kita dapat menelusuri wisata kuliner barbagai macam ragam masakan Sumatera Utara yang juga merupakan kuliner khas Asahan. Anyang Pakis antara lain dapat kita temukan di pusat jajanan Ramadhan di Jalan Imam Bonjol depan Masjid Raya Kisaran, Jalan Sisingamangaraja arah ke Stadion Mutiara dan Simpang Enam.

Pontensi Anyang Pakis untuk dikembangkan sebagai salah satu kuliner khas Asahan sangat lah besar. Karena, pakis sangat mudah diperoleh di tengah-tengah hamparan kebun karet atau kelapa sawit yang tersebar luas di Kabupaten Asahan. Kelapa sebagai bumbu pendukung utama Anyang Pakis juga sangat mudah diperoleh, karena Asahan termasuk salah satu sentra penghasil kelapa di Sumatera Utara.

Tetapi tampaknya potensi ini belum cukup digali oleh Pemkab Asahan. Padahal, ini bisa menjadi salah satu sumber pendapatan bagi ibu-ibu rumah tangga yang mau mengembangkan keahlian meracik Anyang Pakis.

Hal ini dibuktikan dengan tingginya peminat jajanan Anyang Pakis, dan salah satu pedagang Riadi mengakui mampu menjual hingga 50 puluh porsi dengan harga per porsinya Rp 5.000 . Dalam hitungan waktu berdagang hanya tiga jam di bulan Ramadhan ini

Sepertinya Pemkab setempat perlu memberi sosialisai bagi masayarakat nya untuk mengubah pakis dari tumbuhan liar menjadi oleh-oleh khas Asahan. Sehingga Anyang Pakis nantinya tidak lagi hanya menjadi makanan musiman yang akan dilupakan dan tergerus zaman.