Siantar, hetanews.com - Oki Liansha Aritonang (20), salah seorang pelaku jambret di Jalan Kartini, Kelurahan Timbang Galung, Kecamatan Siantar Barat pada Jumat (12/2/2016) akan menikmati hidup lebih lama dibalik jeruji penjara.

Ini setelah Jaksa Penuntut Umum (JPU), Flora Rajagukguk menuntut dengan pidana selama 3 kalender alias 3 tahun dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Siantar, Selasa (7/6/2016).

“Hal yang menjadi pertimbangan memberatkan kalau perbuatan terdakwa telah meresahkan masyarakat dan korban mengalami kerugian. Yang meringankan, kalau terdakwa sopan selam persidangan dan belum pernah dihukum,” sebut jaksa dengan mengenakan terdakwa pasal 365 ayat (2) Ke-2 KUHP

Usai mendengarkan tuntutan dari jaksa, majelis hakim yang dipimpin Fitra Dewi mempersilahkan terdakwa untuk mengajukan permohonan. “Bu hakim, mohon diperingankan hukum karena saya memiliki anak istri,” mohon terdakwa.

Mendengar permohonan dari terdakwa tersebut, hakim ketua sempat memarahi terdakwa. “Kami pun punya keluarganya. Tapi bukan begitu. Tak ada peryataan entah menyesal atau apalah,” ujar Fitra Dewi sekaligus menutup sidang dan dilanjutkan pada Selasa (14/0/2016) depan dengan agenda pembacaan putusan.

Dalam amar dakwaan, terdakwa bersama temannya Kristanto Sitindaon alias Firman (berkas terpisah) melakukan melawan hukum yaitu menjambret di jalan Kartini pada Jumat malam (12/2/2016). Keduanya sempat terkena amukan dari warga sekitar yang memergoki aksi jahat mereka tersebut.

Baca: (Pemuda Diduga Jambret di Jalan Kartini Babak Belur Diamuk Massa).

Awal cerita, ketika di depan SMA Kartika Jalan Kartini, saksi Lini-lini dan Desi mengendarai sepeda motor mendahului Firman dan terdakwa. Lalu Firman melihat di jok depan sepeda motor dikendarai saksi ada sebuah dompet dan mennyampaikan hal tersebut kepada temannya, Oki.

Saat tiba di depan gerai Alfamidi Jalan Kartini, Firman memepet sepeda motor yang dikendarai oleh saksi korban, kemudian mengambil dompet milik Lini-lini.

Setelah berhasil mengambilnya, dompet tersebut dimasukkan ke dalam baju Firman dan Lini-lini menarik besi belakang sepeda motor terdakwa sekaligus berteriak jambret. Tarikan besi belakang yang dilakukan oleh Lini-lini terlepas, sehingga ia dan Desi terjatuh yang kemudian dirawat di rumah sakit.

Baca: (Suami Korban: Istri Saya Memang Dijambret).

Sedangkan terdakwa dan Firman menabrak saksi Anton Sihombing yang sedang memundurkan mobil yang parkir. Lalu terdakwa dan Firman terjatuh dan berhasil ditangkap oleh masyarakat.

Baca : (Penjambret di Jalan Kartini Bernama Oki dan Firman, Target Operasi)