HETANEWS.COM

Bantah Keterangan Penyidik, Terdakwa Berharap Keringanan Hukuman

Terdakwa saat membantah keterangan dari saksi penyidik. (foto : Bismar Siahaan)

Simalungun, hetanews.com - Persidangan atas kasus terdakwa Junita Hutabarat(35) warga Perumnas Manahalu Kelurahan Perdagangan III, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun. yang diduga melakukan penipuan terhadap Sri Melda Rohani Simanjuntak, kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Simalungun, Senin (6/6/2016).

Dalam persidangan sebelumnya terjadi permasalahan diakibatkan terdakwa membantah isi dari berkas penyidikan kepolisian. Hal ini membuat majelis hakim menunda persidangan untuk memanggil penyidik Polsek Perdagangan.

Baca: (Sidang di PN Simalungun Terhenti Akibat Terdakwa dan Korban Cekcok Mulut).

Persidangan yang kembali digelar di ruang sidang Cakra dengan majelis hakim dipimpin Tiares Sirait dengan hakim anggota Reni Pitua dan Nofariana br Manurung, dengan agenda sidang pemanggilan saksi dari Jaksa Pengganti Sidang Augus Sinaga, langsung memanggil penyidik yang menangani kasus ini Supariayanto (Polsek Perdagangan).

Tiares Siarait langsung menanyakan kepada penyidik apakah benar menyidik kasus terdakwa Junita pada bulan April, Juni dan Oktober " ucap Hakim Ketua. Supariayanto membenarkan dirinya menyidik perkara dengan kasus 378 dan 372 KUHP tentang Penipuan atas nama terdakwa Junita yang bersengketa dengan Sri Melda Rohani Simanjuntak.

Usai beberapa pertanyaan diterangkan saksi, tiba - tiba terdakwa sedikit membantah tentang penyidikan di dalam berita penyidik. “Perkara saya pada bulan Oktober atas nama Mahrum Simanjuntak belum pernah saya baca. Namun saya lansung dipaksakan penyidik untuk menandatangani Berita Acara Pemeriksaan (BAP),” ucap Junita.

Akibat sanggahan terdakwa, suasan di ruangan sidang semakin sengit dan membuat majelis hakim terpaksa sedikit lebih terlatih untuk memberikan pertanyaan. Ini diakibat keterangan dari terdakwa seolah - olah tidak ada melakukan kesalahan atau sengaja ingin membuat majelis hakim agar memberikan keringanan bagi dirinya. Beberapa kali membantah, membuat Tiares menunda persidangan selama 1 menit.

Saat sidang kembali dibuka, hakim menanyakan terdakwa dan saksi penyidik mengenai uang dari sertifikat yang digadaikan untuk siapa, apakah untuk korban atau akibat peminjaman Junita yang ingin membayar utang pada pemilik Siantar Hotel.

“Dalam laporan tersebut terdakwa melakukan penipuan terhadap Sri Melda Simanjuntak dengan menggadikan sertifikat tanah milik ayahnya Mahrum Simanjuntak,” ucap saksi.

Namun terdakwa kembali membantah. Dia menyatakan, uang itu diberikan kepada saksi untuk membayar kembali utangnya. Mendengar pernyataan yang tidak sesuai dengan BAP, akhirnya majelis hakim memanggil saksi korban yang hadir di persidangan untuk menanyakan mengenai sanggahan terdakwa .

Saksi pun langsung mengatakan jika keterangan terdakwa itu tidak benar. Menurutnya, terdakwa meminjam uang untuk membayar utang pada Siantar Hotel. “Terdakwa juga meminjam uang sebanyak Rp 6 juta kepada saya,” sebut saksi memberikan bukti kwitansi peminjaman.

Majelis hakim pun memberhentikan persidangan dengan melanjutkan pada minggu depan dengan agenda keterangan dari saksi korban.

Sementara di luar sidang tampak dari pihak korban sedikit memberikan kritikan. Menurut mereka, seharusnya majelis hakim tidak usah lagi mendengar keterangan dari terdakwa itu.

“Karena tidak mungkin dia kami laporkan kalau tidak ada salah. Seharusnya hakim sudah lebih mengerti lah kenapa terdakwa seperti itu,” ucap salah satu rekan dari saksi korban.

Penulis: res. Editor: aan.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan