HETANEWS

Penerima Bantuan Tuding Dinsos Tobasa ‘Sunat’ Dana Kube

2 anggota kelompok yang mengakui adanya pemotongan dana Kube. (foto : Frengki Silitonga)

Tobasa, hetanews.com - Sejumlah masyarakat Kecamatan Bonatua Lunasi, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) penerima bantuan Kegiatan Usaha Bersama (Kube) bermaksud pertanyakan dana  yang mereka terima Tahun Anggaran (TA) 2015.

Karena disinyalir sarat korupsi terkait pemotongan dana Kube sebesar Rp 250 juta dari 46 kelompok di Kabupaten Tobasa.

Menurut sejumlah anggota kelompok, dana yang mereka terima tidak sesuai dengan jumlah yang telah disepakati pada saat sosialisasi dari Dinas Sosial (Dinsos) Tobasa.

Mereka menduga ada pungutan liar (pungli)  dilakukan oleh pengurus dan Dinsos melalui Tenaga Kerja Sukarela Kecamatan (TKSK) dengan jumlah nominalnya sebesar Rp 5 - 7 juta perkelompok. Sementara diketahui di Kecamatan Bonatua Lunasi berjumlah 46 kelompok.

Menurut anggota penerima Kube berinisial PS, bantuan itu mereka terima hanya sebesar Rp 1,5 juta. Seharusnya mereka terima sebesar Rp 2 juta per Kepala Keluarga (KK).

“Ini sesuai dengan kesepakatan yang kami tandatangani pada saat sosialisasi. Setiap kelompok memiliki 10 KK dengan pagu Rp 20 juta per kelompok,” paparnya, Senin (6/6/2016).

Ditambahkan, dugaan pungli Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) yang dilakukan Dinsos setempat membuat para anggota kecewa. Pasalnya, dana yang mereka terima tidak mampu digunakan sebagai modal awal membuka satu usaha. Karena selain dananya kecil, justru dikorupsikan lagi oleh oknum - oknum terkait.

“Kami tidak tau siapa yang memotong dana itu hingga 25persen bahkan lebih. Namun yang jelas kami merasa ditipu oleh dinas terkait. Kami meminta agar dana yang menjadi hak kelompok itu dikembalikan,” papar PS.

Anggota dari kelompok lain berinisial TB, menginginkan agar pemotongan dana Kube itu diusut tuntas pihak Kepolisian. Ini mengingat semua anggota kelompok di Kecamatan Bonatua Lunasi merasa dirugikan dengan adanya pemotongan itu.

“Kami keberatan dengan adanya pemotongan itu. Jadi dengan tegas, kami suarakan agar ini diusut tuntas oleh lembaga terkait, seperti Polres dan Kejaksaan. Sebab mereka mengambil hak kami tanpa koordinasi terlebih dahulu, ini jelas pungli identik dengan korupsi,” kata TB.

TKSK Kecamatan  Bonatua Lunasi, Rigen M Sitorus mengakui adanya pencairan dana Kube TA 2015 sekitar Rp 0,6 miliar untuk 46 kelompok. Namun terkait dengan pemotongan dan pungli terhadap anggota penerima dana Kube, Rigen mengaku tidak tau menahu.

“Saya tidak tau adanya pengutipan dan pemotongan dana tersebut. Memang beberapa anggota mengeluh kepada saya, namun kita tidak tah siapa yang melakukan pemotongan itu,” sebut Rigen.

Penulis: frengki. Editor: aan.