HETANEWS

BPN tidak Pernah Keluarkan Sertifikat Tanah Pembangunan SLB Tanjung Pinggir, Ada Apa?

Dua unit alat berat yang sedang bekerja di lahan yang akan dibangun sekolah luar biasa oleh Pemerintah Kota Siantar yang berada di Jalan Tuan Rondahaim Kelurahan Pondok Sayur Kecamatan Siantar Martoba, Jumat (3/6/2016). (Foto : Lazuardy Fahmi)

Siantar, hetanews.com – Pembangunan Sekolah Luar Biasa (SLB) dengan menggunakan dana alokasi khusus (DAK) yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan dan Pengajaran (Dispenjar) Kota Siantar di daerah Tanjung Pinggir, Kecamatan Siantar Martoba meninggalkan polemik.

Ternyata, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Siantar tidak pernah mengeluarkan sertifikat tanah atas lahan yang akan dibangun SLB tersebut. “Belum pernah ada kami kami menerima permohonan resmi. Gimana pula ada sertifikat, permohonan saja belum pernah ada,” ujar Plt Kepala BPN Siantar, Sriyani melalui Kasi Pengendalian dan Pemberdayaan BPN Siantar, Erwansyah, Senin (06/06/2016).

Wow, pernyataan BPN Kota Siantar ini jelas menyanggah pernyataan dari Meisahri Uga selaku Kabid Program Dispenjar Siantar yang mengatakan kalau mereka sudah  mengurus surat ke BPN dan telah dikabulkan pemerintah pusat atas pembangunan SLB tersebut.

(Baca juga: http://www.hetanews.com/article/55298/komisi-ii-sebut-tanjung-pinggir-belum-serah-terima-dispenjar-akui-telah-ada-legalitas-dari-bpn )

Ditanya mengenai apakah BPN pernah melakukan pengukuran di lahan tersebut, Erwansyah langsung membantahnya. “Untuk pengukuran secara resmi tidak ada pernah masuk ke kantor kita. Sudah saya cek tadi. Lahan itu masih ada aset BUMN lah, cuma Pemko Siantar kan sebagai pengelola,” katanya singkat.

Ia pun menambahkan kalau ada surat tembusan masuk ke BPN mengenai pembangunan sekolah tersebut. “Masuk tadi surat tembusan kepada Kapolres Siantar mengenai pengamanan pembangunan sekolah (SLB) itu. Kita hanya sebagai tembusan saja. Bukan surat permohonan ya,” tutup Erwansyah.

Penulis: ndo. Editor: des.